8 July 2026 17:32
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah memulai kembali serangan terhadap Iran. CENTCOM mengklaim serangan ini bertujuan membebankan biaya yang besar pada Iran karena telah menargetkan dan menyerang tiga kapal dagang di perairan internasional yang dinilai Amerika Serikat (AS) sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Dalam pelanggaran gencatan senjata yang terang-terangan, media AS menunjukkan serangan udara ke wilayah Bandar Abbas. Sempat terdengar ledakan dan kepanikan penduduk di Bandar Abbas ini. Ledakan diduga berasal dari proyektil atau aktivitas pertahanan udara.
Selain Bandar Abbas, AS juga kembali menyerang wilayah Qeshm yang berdekatan dengan Selat Hormuz. Terjadi enam kali ledakan namun belum ada konfirmasi resmi terkait dengan kerusakan ataupun korban. Serangan udara AS juga menargetkan wilayah Sirik hingga terdengar lebih dari delapan kali ledakan.
Iran mengingatkan Washington, bahwa mereka akan membalas dengan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu, dan menegaskan kesepakatan sementara menghentikan pertempuran bisa gagal, hingga kawasan Timur Tengah yang lebih luas kembali berisiko mengalami konflik yang lebih besar.
Iran juga mengecam keras serangan yang diluncurkan AS. Ghalibaf menyebut serangan tersebut telah melanggar nota kesepahaman yang telah ditandatangani Washington dan Teheran bulan lalu.
Ia menegaskan Iran akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan negaranya. Serangan juga dilakukan saat Iran tengah menggelar upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.