Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Cianjur Terpaksa Setop Produksi

9 June 2026 16:26

Salah satu pabrik tahu di Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah berhenti beroperasi sejak sekitar dua bulan terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan harga kedelai impor yang semakin mahal seiring menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Para perajin mengaku kesulitan menutupi biaya produksi karena harga bahan baku terus meningkat. Sementara daya beli masyarakat tidak memungkinkan mereka menaikkan harga jual secara signifikan. Akibatnya, banyak pelaku usaha memilih menghentikan produksi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Tidak hanya kedelai, kenaikan harga minyak goreng juga semakin menekan biaya produksi. Kondisi ini membuat usaha tahu yang bergantung pada bahan baku impor dan minyak goreng semakin terjepit.


Di sisi lain, harga minyak goreng Minyakita kembali menjadi perhatian masyarakat. Di Kota Medan, misalnya. Harga Minyakita dilaporkan telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Halat, Kota Medan, Minyakita dijual hingga Rp18 ribu per liter. Selain mengalami kenaikan harga, ketersediaan stok minyak goreng tersebut juga mulai berkurang di sejumlah kios.

Kenaikan harga Minyakita dikeluhkan warga karena menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Sementara bagi pelaku usaha kecil, lonjakan harga bahan baku dan minyak goreng menjadi tantangan yang semakin berat untuk mempertahankan usaha mereka tetap berjalan.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)