15 April 2026 10:04
Pendidikan bagi anak-anak Palestina di Tepi Barat kini harus dibayar mahal dengan keselamatan jiwa. Di Desa Um Al-Khair, rutinitas pagi yang seharusnya penuh semangat belajar, berubah menjadi perjuangan fisik melawan blokade kawat berduri dan ancaman kekerasan dari pemukim zionis Israel.
Peristiwa ini dialami langsung oleh Hajar (5) dan saudaranya, Rashid. Saat hendak kembali ke sekolah untuk pertama kalinya sejak ketegangan meningkat, langkah kaki kecil mereka terhenti tepat di jalur yang biasa mereka lalui. Gulungan pagar kawat berduri kini membentang, memutus harapan mereka ke ruang kelas.
Pagar tersebut diketahui didirikan oleh para pemukim zionis Israel sejak Minggu malam. Penutupan jalan ini menambah panjang daftar pembatasan ruang gerak yang menghimpit warga Palestina di wilayah tersebut.
Upaya warga untuk menuntut hak pendidikan bagi anak-anak mereka justru disambut dengan kekerasan. Pada Senin lalu, ketika para orang tua melakukan aksi protes menuntut pembukaan jalan, mereka diadang dengan kepulan gas air mata dan ledakan granat yang berasal dari arah pemukim zionis.
| Baca juga: Lautan Sepatu Simbol Duka Kenang Anak-anak Gaza di Amsterdam |