Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus membuktikan perannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Dengan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja, transformasi UMKM menjadi kunci utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen.
Merespons potensi besar tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat posisinya sebagai ecosystem orchestrator untuk mendukung digitalisasi dan ekspansi UMKM ke pasar global.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menyatakan bahwa pemberdayaan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui transformasi menyeluruh.
"Tantangan ke depan bukan lagi sekadar menambah jumlah pelaku UMKM, tetapi membantu mereka untuk tumbuh dan naik kelas. Melalui program BNI Xpora, kami fokus pada tiga pilar utama: Go Productive, Go Digital, dan Go Global," kata Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis, 13 Agustus 2026.
Pendekatan Transaction-Led Banking
Salah satu inovasi unggulan BNI adalah platform
BNIdirect Bisnis. Berbeda dengan platform korporasi besar, BNIdirect Business dirancang khusus dengan antarmuka yang sederhana (user-friendly) agar sesuai dengan kebutuhan operasional pelaku usaha kecil dan perorangan.
Direktur Corporate Banking BNI, Agung Prabowo, menjelaskan bahwa BNI menggunakan pendekatan Transaction-Led Banking. Melalui BNIdirect Bisnis, setiap transaksi UMKM tercatat secara otomatis dan rapi, yang nantinya menjadi basis penyusunan laporan keuangan yang kredibel.
"UMKM sering kesulitan mendapatkan pembiayaan karena tidak memiliki laporan keuangan yang baik. Dengan BNIdirect Bisnis, pencatatan transaksi menjadi basis bagi mereka untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih baik. Kami mengintegrasikan ekosistem digital mulai dari e-commerce, POS, ERP, hingga aplikasi akuntansi," ucap Direktur Corporate Banking BNI, Agung Prabowo.
BNI sebagai Ecosystem Orchestrator
Sebagai bank yang melayani segmen korporasi besar,
BNI melihat peluang untuk menghubungkan nasabah korporat dengan mitra-mitra UMKM mereka. Saat ini, penetrasi BNIdirect pada segmen korporasi telah mencapai 77 persen dengan kontribusi giro sebesar 42 persen.
"Pertumbuhan korporasi tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada vendor, distributor, hingga mitra usaha kecil. Peran BNI adalah menghubungkan seluruh rantai nilai (value chain) ini agar pelaku UMKM di sekitar korporasi mendapatkan akses pelayanan dan peluang bisnis yang lebih luas," tambah Alexandra.
Inovasi AI dan Masa Depan Digital
Menghadapi era kecerdasan buatan (AI), BNI tengah mengembangkan teknologi data analytics untuk memberikan saran bisnis yang relevan bagi pengguna BNIdirect bisnis. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk menganalisis perilaku transaksi nasabah dan memberikan solusi perbankan yang paling tepat secara otomatis.
Sejumlah fitur masa depan juga tengah disiapkan, mulai dari Multi-User untuk pengaturan akses berjenjang, integrasi QRIS melalui Merchant Report, hingga fitur Pocket Transaction (Fitur Kantong) untuk mempermudah pengelolaan anggaran operasional seperti gaji karyawan dan pajak.
Rayakan HUT ke-80, BNI Gelar wondrX
Menutup perbincangan, Alexandra Askandar mengajak seluruh nasabah dan pelaku UMKM untuk hadir dalam gelaran ekspo wondrX dalam rangka merayakan ulang tahun BNI ke-80.
Acara tersebut akan diselenggarakan pada 21-23 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang. Ekspo ini akan menghadirkan berbagai
promo menarik serta menjadi wadah bagi UMKM untuk menunjukkan potensi mereka kepada masyarakat luas.