Jemaah Mayoritas Lansia dan Perempuan, Butuhkan Layanan Khusus Lebih Humanis

Mahmud Fauzi • 20 January 2026 19:33

Jakarta: Mayoritas jemaah haji Indonesia didominasi oleh jemaah lanjut usia dan perempuan. Kondisi ini menuntut pendekatan layanan yang lebih humanis, sabar, dan berperspektif kebutuhan khusus, terutama saat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Hal tersebut disampaikan oleh aktivis perempuan dan tokoh moderasi beragama Alissa Wahid, dalam materi diklat calon petugas haji Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Dalam paparan yang di sampaikan di hadapan lebih dari 1.600 calon petugas haji tersebut, Alissa menegaskan petugas haji tidak cukup hanya memberikan pelayanan fisik, namun harus dilandasi empati dan pengabdian sepenuh hati.

Menurut Alissa, tantangan terbesar petugas haji terletak pada pendampingan jamaah perempuan dan lanjut usia. Kedua kelompok ini rentan mengalami kebingungan akibat perbedaan lingkungan, bahasa, dan budaya, meskipun telah mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan.

Selain itu, jemaah perempuan memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dengan jamaah laki-laki, baik terkait siklus reproduksi, perlengkapan ibadah, maupun kebutuhan pendampingan fisik dan spiritual.

Pelayanan terhadap jamaah perempuan memerlukan perhatian dan sensitivitas khusus. Alissa berharap petugas haji Indonesia mampu terus menjaga reputasi pelayanan yang humanis, profesional, dan penuh empati dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)