PBB Pantau Gencatan Senjata Suriah dengan SDF

22 January 2026 10:09

PBB saat ini tengah memantau ketat situasi di Suriah terkait pemberlakuan gencatan senjata baru selama empat hari bersama Pasukan Demokratik Suriah (SDF). PBB menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam kesepakatan yang sebelumnya sempat mengalami kegagalan tersebut.

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq, mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri guna menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pengungsian warga sipil secara besar-besaran akibat bentrokan bersenjata yang kembali pecah.

Gencatan senjata ini menjadi sangat krusial mengingat kegagalan upaya sebelumnya telah memicu pertempuran selama dua minggu yang menelan banyak korban jiwa. PBB berharap semua pihak menjalankan kesepakatan ini dengan semangat kompromi demi menjaga martabat serta keselamatan warga di wilayah terdampak.
 



Sementara itu, Utusan Amerika Serikat untuk Suriah, Tom Barrack, mendesak SDF agar segera berintegrasi ke dalam pemerintahan dan tentara Suriah yang baru. Langkah ini dinilai penting karena SDF merupakan aliansi militer multietnis yang didominasi oleh milisi Kurdi dan dibentuk atas dukungan Amerika Serikat.

SDF awalnya dibentuk pada tahun 2015 untuk memerangi ISIS, namun belakangan terjadi perpecahan hingga mereka menolak bergabung dengan pemerintahan pusat. Ketidaksepahaman ini membuat mereka memilih jalur peperangan, yang kini coba diredam melalui proses integrasi dan gencatan senjata.

(Aulia Rahmani Hanifa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)