25 August 2026 09:12
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan mulai berdampak serius terhadap kualitas udara di Kota Palembang. Sejak Minggu lalu, BMKG mencatat kualitas udara di wilayah tersebut telah menyentuh tingkat Sangat Tidak Sehat.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palembang mengeluarkan kebijakan khusus untuk melindungi kesehatan siswa di lingkungan sekolah. Para siswa kini diwajibkan menggunakan masker selama proses belajar mengajar berlangsung dan dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Sekolah SDN 39 Palembang, Razif Al Amien, menyatakan bahwa pihaknya telah menghentikan sementara seluruh aktivitas di luar ruangan.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh dewan guru dan staf pegawai bahwa kegiatan di luar kelas seperti upacara, ekstrakurikuler, dan kegiatan-kegiatan lainnya itu kami tiadakan sementara waktu," ujar Razif dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 25 Agustus 2026.
Selain pembatasan aktivitas fisik, pihak sekolah juga terus memantau perkembangan situasi. Jika kondisi udara semakin memburuk dan membahayakan, pihak sekolah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti instruksi pemerintah daerah, termasuk jika harus mengalihkan sistem pembelajaran menjadi daring (online).
Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kesehatan bagi para siswa di tengah ancaman kabut asap yang masih menyelimuti kota.