Luhut Paparkan Strategi Efisiensi MBG hingga GovTech Berbasis AI ke Prabowo

10 June 2026 10:44

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan sejumlah strategi pertumbuhan ekonomi kepada Presiden Prabowo Subianto. Termasuk peluang efisiensi pada program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Luhut memaparkan hasil survei independen terhadap program MBG yang menunjukkan dampak positif terhadap ekosistem ekonomi kerakyatan. Meski demikian, DEN juga menilai masih terdapat ruang efisiensi anggaran untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program strategis pemerintah.

Selain membahas MBG, Luhut melaporkan perkembangan implementasi Government Technology (GovTech) yang menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data.

Menurut Luhut, saat ini sekitar 80 persen sistem GovTech telah terkoneksi dan berhasil mengintegrasikan data dari delapan kementerian dan lembaga ke dalam satu platform.

“Tadi kami laporkan mengenai Government Technology karena sudah 80 persen Government Technology ini terkoneksi dan pertama kali juga 8 kementerian lembaga sepanjang Republik ini merdeka datanya jadi satu tanggal 1 Juni kemarin. Tanggal 1 Juni kemarin itu ada peristiwa besar karena datanya menjadi satu berbasis AI. Jadi semua data itu sekarang sudah terkoneksi dan mulai dibersihkan oleh AI,” kata Luhut dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Rabu 10 Juni 2026. 

Ia menilai integrasi data tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo karena memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan efisien.

DEN juga menyampaikan sejumlah rekomendasi lain untuk memperkuat ekonomi nasional, di antaranya peningkatan devisa melalui sektor pariwisata dan optimalisasi remitansi pekerja migran Indonesia. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat efisiensi fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)