Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Meninggal Dunia

15 May 2026 17:17

Kebakaran hebat melanda Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUD dr. Soetomo Surabaya, pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Tragedi ini mengakibatkan satu orang pasien dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak RSUD dr. Soetomo, pascakebakaran, proses evakuasi dilakukan secara intensif terhadap puluhan pasien. Sebanyak 27 pasien yang berada di lantai satu hingga lantai lima berhasil dipindahkan dengan selamat ke gedung perawatan lain untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Namun, situasi sulit terjadi di lantai enam yang merupakan ruang Intensive Care Unit (ICU). Di area ini, satu pasien dinyatakan meninggal dunia, sementara satu pasien lainnya kini tengah berjuang dalam kondisi kritis.

Kendala Evakuasi di Ruang ICU Dokter Rizal, anggota Tim Evakuasi RSUD dr. Soetomo, menjelaskan bahwa mayoritas pasien dan tenaga kesehatan sebenarnya telah berhasil dievakuasi hanya dalam beberapa menit awal setelah api terdeteksi. Namun, tantangan besar muncul pada pasien yang berada di ruang ICU.

"Tersisa dua pasien kritis yang memang masih ada di lantai 6 yaitu di ICU. Itu dengan berbagai alat medis yang lengkap yang membutuhkan untuk melepas itu tidak bisa sembarangan," ujar dr. Rizal dalam tayangan Headline News Metro TV, Jum'at 15 Mei 2026. 

Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan menerjunkan tim Inafis ke lokasi kejadian. Polisi akan melakukan olah TKP guna mencari titik awal munculnya api. Jika diperlukan, Laboratorium Forensik juga akan dilibatkan untuk memastikan apakah kebakaran ini disebabkan oleh korsleting listrik, kerusakan teknis, atau adanya unsur kelalaian dari pihak tertentu.

Saat ini, area terdampak telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Seluruh korban terdampak kebakaran kini telah berada di bawah pengawasan medis ketat untuk memastikan pemulihan fisik maupun trauma pasca-kejadian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)