Relawan Pemadam Karhutla Palangka Raya Gugur Saat Bertugas

29 August 2026 00:18

Palangka Raya: Relawan sekaligus Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka, Ahmad Rizani, meninggal dunia setelah tak sadarkan diri saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Ahmad merupakan sosok yang selama sekitar 10 tahun aktif memimpin TSAK Kelurahan Palangka. Ayah empat anak itu berulang kali turun ke lapangan memadamkan api yang mengancam hutan dan permukiman warga.

Saat status siaga darurat karhutla ditetapkan, Ahmad kembali bergabung bersama Satgas Darurat Karhutla Kota Palangka Raya. Namun, di tengah tugas pemadaman, kondisinya tiba-tiba menurun hingga kehilangan kesadaran.

Jenazah Ahmad kemudian disalatkan di Masjid Al-Falah, Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, sebelum diantarkan keluarga dan rekan-rekannya ke pemakaman umum.

Kepergian Ahmad meninggalkan duka bagi rekan-rekan seperjuangannya. Boby, salah satu rekan Ahmad, berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mencegah jatuhnya korban dari kalangan petugas pemadam karhutla.

“Harapannya mudah-mudahan pemerintah cepat untuk menanggapi, terutama asap ini supaya tidak ada lagi petugas-petugas yang korban berjatuhan,” kata Boby dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026.

Ia juga meminta perlengkapan keselamatan bagi petugas diperhatikan, khususnya alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk menghadapi kabut asap.

“APD-APD-nya tolong dilengkapi yang sebenar-benarnya APD untuk penanganan kabut asap ini,” ujarnya.

Di tengah duka atas kepergian Ahmad, perjuangan para petugas pemadam dan relawan di sejumlah wilayah masih berlangsung. Di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kepala Regu I Manggala Agni Daops VIII Budiono bersama timnya telah 55 hari berjibaku memadamkan karhutla.

Lamanya masa bertugas membuat para petugas harus menghadapi kelelahan sekaligus jauh dari keluarga. Budiono mengatakan dirinya bersama rekan-rekan berusaha saling menguatkan selama berada di lapangan.

“Mencoba bersama membangun kerja sama untuk menghilangkan rasa lelah dan rasa letih yang kami rasakan di lapangan,” ujar Budiono.

Sementara di Palembang, seorang petugas Damkar Pos Gandus juga sempat jatuh pingsan ketika memadamkan api. Kepala Dinas Damkar Kota Palembang Kemas Haikal mengatakan petugas mengalami kelelahan setelah harus menangani sekitar enam lokasi kebakaran secara bersamaan.

“Memang kita melihat ternyata kondisi petugas tersebut memang sedikit kelelahan sehingga kemarin pada saat dia pingsan sudah kita bawa ke rumah sakit,” kata Kemas.

Petugas tersebut telah menjalani skrining kesehatan dan diperbolehkan pulang karena tidak ditemukan indikasi gangguan kesehatan lainnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X