Gunung Ili Lewotolok di Lembata Kembali Erupsi

8 September 2026 10:50

Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan. Gunung api aktif tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Selasa, 8 September 2026 pagi dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak gunung.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok, erupsi utama pagi hari ini tercatat terjadi pada pukul 06.35 WITA. Kolom abu vulkanik dengan intensitas tebal teramati condong bergerak ke arah barat. Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi gempa letusan sekitar 30 detik.
 


Petugas PPGA Ili Lewotolok, Ara Kian, menyampaikan bahwa rangkaian aktivitas vulkanik di gunung tersebut masih cukup dinamis. Sepanjang hari kemarin, pos pengamatan juga mencatat adanya empat kali erupsi dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 500 hingga 600 meter.

"Kami laporkan dari pos pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok terhadap perkembangan erupsi pada pagi hari hingga siang hari ini tercatat tiga kali erupsi dengan tinggi kolom abu kurang lebih 600 meter di atas puncak," ujar Ara Kian dikutip dari Headline News, Metro TV, Selasa 8 September 2026.

Secara kumulatif, aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok telah mencatatkan ratusan kali letusan dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 300 hingga 700 meter. Selain semburan abu, lontaran material pijar juga terpantau di sekitar area kawah dan sektor barat daya sejauh kurang lebih 100 meter dari bibir kawah.

Saat ini, status Gunung Ili Lewotolok masih berada di Level II (Waspada). Mengingat potensi bahaya yang masih mengintai, pihak berwenang mengimbau masyarakat sekitar, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki dan melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas, serta 3 kilometer untuk sektor selatan dan tenggara.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X