Abu Vulkanik Lewotolok Lumpuhkan Penerbangan di Lembata

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Senin (7/9). Foto: Magma Indonesia 

Abu Vulkanik Lewotolok Lumpuhkan Penerbangan di Lembata

Palce Amalo • 7 September 2026 20:58

Lembata: Operasional Bandara Wunopito di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Ile Lewotolok yang mengarah langsung ke kawasan bandara sejak Selasa, 1 September 2026.

Intensitas erupsi gunung api tersebut terpantau sangat tinggi. Berdasarkan catatan vulkanik, Gunung Ile Lewotolok meletus 291 kali pada Minggu, 6 September 2026, dan kembali mengalami enam kali erupsi sejak Senin pagi hingga malam hari, 7 September 2026.


Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Senin (7/9). Foto: Magma Indonesia 

Kepala Bandara Wunopito, Sudarmana, menjelaskan bahwa Gunung Lewotolok sebenarnya hampir setiap hari mengalami erupsi. Namun, perubahan arah angin sejak awal bulan September membuat material abu vulkanik membahayakan ruang udara bandara, sehingga penerbangan terpaksa dihentikan.

“Lewotolok setiap hari erupsi, tetapi mulai 1 September abunya mengarah ke bandara, jadi bandara tutup sementara sampai sekarang,” jelas Sudarmana kepada Media Indonesia, Senin, 7 September 2026.
 

Belum Ada Kepastian Pembukaan Kembali

Sudarmana menyatakan pihak pengelola belum dapat memastikan kapan Bandara Wunopito dapat kembali beroperasi normal. Keputusan pembukaan bandara sepenuhnya bergantung pada evaluasi arah sebaran abu vulkanik demi menjamin aspek keselamatan penerbangan dari ancaman debu mesin pesawat.

“Tidak bisa prediksi kapan bandara buka, yang jelas sampai abu vulkanik tidak lagi mengganggu jalur penerbangan dan masuk ruang udara bandara,” tegasnya.

Sebelum penutupan sementara ini diberlakukan akibat erupsi Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito tercatat melayani jadwal penerbangan rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

(Lukman Diah Sari)