AHY: Hasil Paper Test Abu Vulkanik di Bandara Soetta Negatif

Menko Bidang IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Posko Penanganan Darurat Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. (metrotvnews.com/Hendrik S)

AHY: Hasil Paper Test Abu Vulkanik di Bandara Soetta Negatif

Hendrik Simorangkir • 7 September 2026 19:57

Tangerang: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa hasil pengujian landasan (paper test) terkait sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) sudah menunjukkan hasil negatif. Kendati demikian, operasional penerbangan di bandara tersebut untuk sementara masih ditutup.

"Paper test-nya sudah semakin negatif di Bandara Soekarno-Hatta. VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) tadi, dan itulah mengapa sampai dengan saat ini Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya masih diperpanjang sedikit untuk penutupan atau pengalihannya," ujar AHY di Posko Penanganan Darurat Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.

AHY menuturkan, berdasarkan pemantauan dari lembaga penasihat abu vulkanik VAAC, erupsi Gunung Anak Krakatau sempat melontarkan material vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki yang kini terpantau bergerak semakin menjauh menuju Samudra Hindia.


Ilustrasi penumpang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: ANTARA/Azmi Samsul M.

Meski demikian, sebaran partikel debu vulkanik sisa letusan masih terpantau berada pada ketinggian sekitar 15.000 kaki di atas permukaan laut, sehingga masih memberikan dampak sisa di wilayah Lampung, Banten, serta kawasan Jabodetabek.

"Termasuk kawasan Jabodetabek. Tapi ini terus bergeser dengan kecepatan 10 knot menuju ke barat daya, artinya ke wilayah Samudera Hindia juga," kata AHY.

Utamakan Aspek Keselamatan

Menko AHY menegaskan, keputusan untuk belum membuka kembali operasional bandara tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Aspek keselamatan jiwa penumpang maupun kru pesawat tetap menjadi prioritas mutlak pemerintah dan otoritas bandara.

"Sebelum kembali beroperasi, seluruh fasilitas di area kebandarudaraan harus dipastikan dalam kondisi bersih dan siap digunakan, termasuk landasan pacu, pesawat, serta fasilitas pendukung lainnya," pungkas AHY.

(Lukman Diah Sari)