6 Gunung Erupsi Bersamaan, Ini Kata Pakar Vulkanologi

2 September 2026 12:42

Jakarta: Sebanyak enam gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026. Pakar Geofisika dan Vulkanologi Surono menilai fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dan tak perlu langsung dikhawatirkan.

Enam gunung api tersebut yakni Gunung Sinabung, Semeru, Ile Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Anak Krakatau.

"Saya kira tidak perlu (khawatir) ya. Gunung api di Indonesia itu terbanyak di dunia. Ada sekitar 13 persen gunung api dunia ada di Indonesia. Indonesia memiliki 127 gunung api aktif," ujar Surono dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 2 September 2026.

 

Menurut Surono, erupsi yang terjadi bersamaan tidak berarti satu gunung memicu erupsi gunung lainnya. Setiap gunung memiliki sistem magma dan karakteristik berbeda.

 



 

“Erupsi gunung api itu tidak seperti virus yang bisa menular. Jika tekanan di dalam perut gunung memang sudah tinggi dan sudah waktunya meletus, ia akan meletus sendiri. Jadi, tidak ada istilah saling menularkan, dan gunung api yang letusannya berdekatan pun belum tentu saling memicu,” terang Surono.

Sebagai contoh, Gunung Sinabung yang berada dekat Gunung Sibayak, atau Gunung Merapi yang berdekatan dengan Gunung Merbabu. Erupsi terjadi di Sinabung dan Merapi karena jalur magma di kedua gunung tersebut memang yang paling siap untuk meletus.

Lebih lanjut, Surono menyoroti karakter Gunung Semeru yang bisa mengalami letusan kecil belasan hingga puluhan kali dalam sehari. Menurutnya, letusan harian Semeru yang hanya mengeluarkan abu di sekitar kawah sebenarnya tidak terlalu membahayakan. Ancaman terbesar Gunung Semeru justru terletak pada risiko longsornya kubah lava yang dapat memicu awan panas guguran menuju aliran sungai.

“Potensi paling berbahaya di Semeru bukanlah letusannya, melainkan longsornya kubah lava yang memicu awan panas guguran menuju aliran sungai seperti Besuk Sat dan Besuk Kobokan,” kata Surono.

Terkait Gunung Sinabung, Surono menilai masyarakat relatif aman selama berada di luar daerah bahaya. Namun, abu vulkanik Sinabung tetap perlu diwaspadai, karena dapat membahayakan pernapasan dan penerbangan.

"Abu vulkanik itu bahaya bagi pernapasan karena kandungan silikanya tinggi," kata Surono.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat terjadi hujan abu serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, dan BPBD.

 

 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X