9 December 2023 09:53
Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah selesai melakukan autopsi terhadap empat jenazah anak korban pembunuhan oleh ayah kandungnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dugaan sementara, keempat korban tewas karena dibekap mulutnya oleh pelaku.
Meski demikian, Tim Forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium patologi. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto mengatakan, pemeriksaan lab patologi dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya lebam atau pembusukan pada mulut dan hidung keempat korban.
Dugaan sementara keempat korban tewas karena dibekap mulutnya oleh pelaku yang merupakan ayah kandung para korban. Tim forensik belum bisa memastikan apa penyebab pasti kematian sebelum hasil lab keluar.
"Dicurigai adanya lebam pada bibir dan hidung. Untuk kepastiannya kita periksa isu patologi," kata Hariyanto.
Hariyanto menambahkan, saat ini pihak keluarga sudah diperbolehkan untuk mengambil empat jenazah korban. Meski demikian, hingga kini belum ada keluarga yang datang.
Kronologi kasus
Kasus pembunuhan empat bocah ini terungkap setelah warga sekitar menyampaikan informasi bahwa mencium bau busuk dari rumah kontrakan yang terletak di jalan Kebagusan Raya RT 004 RW 03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pukul 14.45 WIB, Rabu, 6 Desember 2023. Polisi langsung ke lokasi dan bertemu dengan ketua RT setempat, kakak dari Panca Darmansyah, dan keluarga D, istri Panca.
Setelah rumah dibuka, polisi menemukan seorang pria yang diketahui bernama Panca Darmansyah, 41 dalam keadaan terlentang dengan pisau tertancap di perutnya. Terdapat pula luka berdarah di tangan. Panca mencoba bunuh diri namun berhasil diselamatkan.
Kemudian, polisi melanjutkan pengecekaan ke dalam kamar dan ditemukan empat mayat anak-anak terbujur kaku yang sudah biru kehitaman di atas kasur. Diduga mereka dibunuh dan dikunci oleh terduga pelaku Panca yang tak lain adalah ayah para korban.
Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan pesan bertuliskan 'puas bunda, tx for all' berwarna merah di lantai rumah. Diduga tulisan yang terlihat dari bercak darah itu dibuat oleh Panca.
Sementara itu, sang ibu berinisial D tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu. D menjalani perawatan usai mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh Panca.
Keempat bocah itu terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan itu. Inisialnya ialah VA, 6 tahun; SP, 4 tahun; AR, 3 tahun; dan AS, 1 tahun.