Makassar: Peringatan HUT ke-81 TNI di Makassar digelar sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai bencana dan peristiwa di sejumlah wilayah Indonesia. Di tengah momentum tersebut, TNI juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi ancaman pertahanan di dunia siber.
Upacara HUT ke-81 TNI digelar di Lapangan M Yusuf, Kompleks Makodam XIV Hasanuddin, Makassar, Senin pagi. Tahun ini, peringatan HUT TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Peringatan tahun ini tidak digelar dengan perayaan yang berlebihan. Kesederhanaan tersebut menjadi bentuk solidaritas TNI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah, mulai dari bencana di Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan dan lahan, erupsi gunung berapi, hingga kecelakaan di laut.
Inspektur upacara yang juga Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis mengatakan momentum HUT TNI menjadi pengingat agar kedekatan antara TNI dan masyarakat terus diperkuat.
Ia menyebut tingkat kepercayaan masyarakat terhadap TNI masih berada di atas 93 persen. Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kehadiran dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Harapan kita tentunya masyarakat selalu bersama dengan TNI untuk membangun Indonesia," kata Andi Abdul Azis.
Menurutnya, TNI harus terus hadir bersama rakyat dan tidak menciptakan jarak dalam menjalankan tugasnya.
"Tidak ada jarak, tidak ada ruang yang bisa memisahkan kita untuk selalu bisa membangun negara ini dengan aman," ujarnya.
Karena itu, sejumlah kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti bakti sosial, pelayanan kesehatan, serta kegiatan teritorial.
Selain menjaga kedekatan dengan masyarakat, Andi Abdul Azis menilai TNI juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi. Menurutnya, ancaman pertahanan tidak lagi hanya muncul dalam bentuk perang konvensional. Perkembangan teknologi membuat dunia maya menjadi salah satu ruang yang perlu diantisipasi.
"Ke depan memang kita dalam situasi yang saat ini situasi global yang tidak menentu," kata Andi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat kualitas sumber daya manusia, profesionalisme prajurit, serta kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
"Karena peran ke depan ini kita berada di dunia maya, tanpa peluru semuanya sudah bisa ada pecah perang," ujarnya.
Andi menyebut peningkatan kemampuan teknologi menjadi salah satu tantangan TNI ke depan untuk menghadapi situasi global yang terus berubah.
Peringatan HUT ke-81 TNI di Makassar pun menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas bersama masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan ancaman pertahanan, termasuk di ruang siber.