Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 menjadi momentum merefleksikan aksi nyata generasi muda. Terjun langsung menggarap lahan pertanian dinilai sebagai langkah strategis yang kini sangat menjanjikan secara ekonomi.
Praktisi Penggerak Pemuda Tani, Andik Nur Prabowo, mengungkapkan bahwa realita dunia pertanian saat ini berbanding terbalik dengan stigma negatif di media sosial. Menurutnya, sektor pertanian kini sangat menguntungkan dan mulai digandrungi banyak anak muda.
"Dunia pertanian saat ini sangat enak. Harga gabah stabil dan tinggi, bahkan bisa menembus Rp8.500 per kilogram. Dulu sektor pertanian dihuni oleh orang tua, sekarang anak muda sudah berbondong-bondong ke lahan," ujar Andik dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu, 28 Oktober 2026.
Selain harga jual yang jauh di atas HET, kemudahan dari pemerintah turut dirasakan langsung. Andik menyebut pupuk subsidi kini datang tepat waktu sebelum musim tanam. Ditambah lagi, program pompanisasi memungkinkan petani memanen padinya hingga tiga kali dalam dua tahun.
Kesejahteraan petani makin terdongkrak oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap hasil panen hortikultura secara masif. "Harga buah seperti melon sekarang naiknya 'ugal-ugalan' hingga Rp14 ribu per kilo karena diserap terus untuk MBG," ungkap Andik.
Merespons fenomena ini, Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai profesi petani sangat relevan dengan gaya hidup pemuda masa kini yang mendambakan
work-life balance.
"Kerjanya santai, jam 9 pagi sudah bisa pulang, dan pendapatannya pasti. Bertani juga membuat mental super sehat. Sayangnya, kisah sukses di lapangan seperti ini kerap tertutup oleh algoritma media sosial yang lebih memprioritaskan informasi negatif," jelas Devie.