Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Pemerintah Targetkan 300 Sumur Bor

1 November 2026 15:58

Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur sumur bor guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, sebanyak 125 titik sumur bor telah rampung dibangun dan ditargetkan bertambah hingga mencapai 300 unit.

Pembangunan sumur bor secara masif ini difokuskan terlebih dahulu pada area prioritas Ring 1, khususnya di kawasan sekitar Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan penerbangan sekaligus memutus rantai penyebaran api di kawasan gambut yang rentan terbakar.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa keberadaan ratusan sumur bor tersebut disiapkan untuk mengepung kantong-kantong titik api (hotspot) yang kerap memicu kabut asap pekat.

"Di sekitar Bandara Tjilik Riwut ini telah kita desain dengan mendayagunakan sumur bor secara masif. Saat ini telah terbangun hampir 125-an sumur bor, dan kita akan tambah lagi sampai mencapai angka 300-an sumur bor untuk mengepung pusat ataupun sumber api yang selama ini menjadi penyebab karhutla di daerah utama," ucap Hanif dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 1 November 2026.
 



Selain penyediaan pasokan air dari sumur bor, pemerintah turut menyiagakan lebih dari 175 regu Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Regu-regu ini diterjunkan langsung ke titik-titik rawan untuk melakukan pemadaman darat menggunakan metode sistem pompanisasi.

Penguatan jaringan infrastruktur air bawah tanah ini diproyeksikan sebagai solusi permanen penanggulangan karhutla jangka panjang di Kalimantan Tengah. Dengan ketersediaan sumber air yang melimpah dan mudah diakses di lokasi rawan, upaya mitigasi karhutla diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun pemadaman udara (water bombing).

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X