Banjir di Pati Kian Meluas ke 93 Desa, Ribuan Warga Mulai Mengungsi

14 January 2026 09:25

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan semakin meluas pada Rabu, 14 Januari 2026. Hingga hari kelima, banjir tercatat telah merendam sedikitnya 93 desa yang tersebar di 19 kecamatan. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya yang hanya mencakup 63 desa.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Pati menjadi penyebab utama debit air tak kunjung surut. Bahkan, ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan terus bertambah. 

Dari total 19 kecamatan yang terdampak, terdapat lima wilayah yang mengalami dampak paling parah, di antaranya Kecamatan Pati sebanyak 14 desa terendam, Kecamatan Dukuhseti sebanyak 10 desa terendam, Kecamatan Juwana sebanyak 10 desa terendam, Kecamatan Jakenan sebanyak 9 desa terendam, serta Kecamatan Margorejo. Sementara itu hingga saat ini, BPBD Kabupaten Pati mencatat tersisa dua kecamatan yang belum melaporkan adanya kejadian bencana alam di wilayahnya.
 

Baca juga: Darurat Banjir, Puluhan Gedung Sekolah Terendam

Selain faktor cuaca, kondisi geografis Kabupaten Pati yang berbentuk cekungan membuat air sulit mengalir keluar. Luapan air berasal dari sungai-sungai besar seperti Sungai Silugonggo, Sungai Juwana, dan Sungai Simo yang sudah tidak mampu menampung debit air.

Kondisi ini diperparah dengan kiriman air dari lereng Gunung Muria dan Pegunungan Kendeng. Selain itu, banjir di Kabupaten Kudus yang mengalir menuju Sungai Juwana turut menambah beban air di wilayah Pati. Masalah sampah yang terbawa arus dari pegunungan juga menyumbat jembatan-jembatan, sehingga menghambat aliran air ke muara.

Setelah lima hari bertahan di tengah genangan, sejumlah warga mulai meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi. Banyak warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, namun tidak sedikit yang mulai memadati titik-titik pengungsian resmi.

Di Kecamatan Juwana, pemerintah setempat telah menyediakan tiga titik pengungsian, salah satunya di stasiun kereta api dan balai desa. Di Balai Desa Juwana sendiri, tercatat ada sekitar 15 KK atau 56 jiwa yang telah mengungsi. Sementara di wilayah Pati Kota, warga mulai memadati Balai Desa Kalidoro.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)