BI: Penurunan Bunga Kredit Masih Lambat

24 February 2026 17:50

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia BI Rate belum sepenuhnya tercermin pada bunga kredit perbankan. Meskipun regulator terus mendorong perbankan menurunkan suku bunga, transmisi ke kredit baru masih lambat. 

Data BI menunjukkan rata-rata bunga kredit perbankan per Januari 2026 tercatat 8,8 persen, hanya turun 40 basis poin jika dibandingkan Januari 2025 yag berada di level 9,2 persen. Padahal BI Rate sepanjang tahun lalu telah turun 125 basis poin. 

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menekankan, ke depan upaya untuk menurunkan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan, antara lain dengan penguatan efektivitas transmisi dari pelonggaran kebijakan moneter. Harapannya, kebijakan tersebut bisa mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

“Penurunan suku bunga dana tersebut juga perlu makin ditransmisikan ke penurunan suku bunga kredit perbankan yang baru turun 40 basis poin dari 9,2 persen pada awal 2025, menjadi sebesar 8,80 persen pada Januari 2026. Ke depan, upaya penurunan suku bunga, dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 24 Februari 2026.
 

Baca juga: Tak Perlu Antre, Ini Cara Tarik Tunai Pecahan Kecil di ATM Mandiri


Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, juga memastikan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) melalui jalur bunga mulai berdampak. Realisasi insentif KLM interest channel bahkan telah mencapai Rp60,6 triliun dalam waktu kurang dari dua bulan meski BI menilai masih ada ruang pelanggaran. 

“Transmisi dari kebijakan kami untuk di suku bunga kredit memang baru belakangan ini kami coba mengoptimalkan bagaimana kita menggunakan KLM untuk mempengaruhi interest channel—nya.” ucap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)