Jakarta: Cuaca panas yang terjadi dalam waktu lama perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya heatstroke. Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara ekstrem hingga mencapai lebih dari 40 derajat Celsius dan mulai mengalami gangguan pada sistem saraf.
Heatstroke merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera. Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan organ apabila tidak segera ditangani.
Menurut informasi Kementerian Kesehatan, secara umum terdapat dua jenis heatstroke, yakni Exertional Heatstroke (EHS) dan Non-exertional atau Classic Heatstroke (NEHS).
Exertional Heatstroke biasanya terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas fisik berat dalam waktu yang cukup lama di lingkungan dengan suhu tinggi. Kondisi ini dapat dialami oleh orang yang berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik di bawah cuaca panas.
Sementara itu, Classic Heatstroke lebih sering terjadi pada kelompok yang rentan terhadap paparan panas. Kelompok tersebut antara lain lansia, orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan penyakit paru obstruktif kronis, pengguna alkohol, serta anak-anak.
Tanda-tanda heatstroke
Salah satu tanda utama heatstroke adalah peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Pada kondisi normal, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Namun, pada heatstroke, seseorang dapat berhenti berkeringat meski suhu tubuhnya sudah sangat tinggi.
Selain peningkatan suhu tubuh, terdapat sejumlah gejala lain yang perlu diperhatikan, di antaranya:
- Kebingungan atau sulit berpikir dengan jelas,
- Gelisah, cemas, atau mudah marah,
- Sakit kepala,
- Mual dan muntah,
- Jantung berdebar,
- Tubuh terasa lemah atau mengalami kelelahan,
- Kejang,
- Kehilangan kesadaran atau pingsan.
Gejala heatstroke dapat berkembang dengan cepat. Karena itu, kondisi tersebut tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai kelelahan biasa akibat cuaca panas.
Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat memengaruhi fungsi organ. Jika tidak mendapatkan pertolongan dengan segera, heatstroke dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan dan organ tubuh.
Pertolongan saat heatstroke
Ketika menemukan seseorang yang diduga mengalami heatstroke, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memindahkannya ke tempat yang lebih teduh, sejuk, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung.
Upaya berikutnya adalah membantu menurunkan suhu tubuh. Salah satunya dengan memberikan kompres dingin pada bagian tubuh yang memiliki banyak pembuluh darah, seperti leher, ketiak, dan selangkangan.
Pendinginan tubuh perlu dilakukan secepat mungkin karena semakin lama tubuh berada dalam kondisi suhu tinggi, semakin besar risiko terjadinya kerusakan organ.
Pemberian cairan juga perlu diperhatikan karena paparan panas dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan mengalami dehidrasi. Namun, apabila penderita mengalami penurunan kesadaran, kejang, atau kesulitan menelan, jangan memaksanya untuk minum karena dapat meningkatkan risiko tersedak. Dalam kondisi tersebut, segera cari pertolongan medis.
Cara mencegah heatstroke
Risiko heatstroke dapat dikurangi dengan melakukan sejumlah langkah sederhana, terutama ketika harus beraktivitas di tengah cuaca panas.
Pertama, batasi aktivitas fisik di lingkungan yang panas. Jika aktivitas harus dilakukan di luar ruangan, berikan waktu istirahat secara berkala di tempat yang teduh atau sejuk.
Kedua, cukupi kebutuhan cairan. Minum air secara teratur, baik ketika sedang beraktivitas maupun saat beristirahat, untuk membantu mencegah dehidrasi.
Ketiga, gunakan pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang ketika berada di luar ruangan. Pakaian dengan karakteristik tersebut dapat membantu tubuh tetap terasa lebih nyaman saat menghadapi suhu panas.
Kelompok yang lebih rentan terhadap heatstroke juga perlu mendapatkan perhatian lebih ketika suhu lingkungan meningkat. Lansia, anak-anak, serta orang dengan penyakit kronis sebaiknya tidak terlalu lama berada di lingkungan yang panas dan perlu dipantau kondisinya.
(Titik Nurmalasari)