Perjuangan Tenaga Medis Palangka Raya di Tengah Kepungan Asap Karhutla

29 August 2026 00:39

Palangka Raya: Lebih dari dua pekan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Di tengah udara yang tercemar, tenaga kesehatan terus berjibaku menangani warga yang mulai mengalami gangguan pernapasan.

Kondisi kualitas udara yang memburuk telah memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya, suasana tampak lebih sibuk dari biasanya. Pasien datang silih berganti, mulai dari balita hingga lansia, semuanya dengan keluhan serupa: batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga sesak napas.

Salah satu sosok yang terus bersiaga adalah Dokter Umum Ester Tampubolon. Ia menyaksikan langsung bagaimana asap partikel iritatif ini mulai merusak kesehatan masyarakat.

"Semenjak asap ini mulai muncul, rata ya semua. Kami ada poli anak, poli umum, atau dewasa, itu peningkatannya lumayan signifikan," ujar Ester dalam tayangan Primetime News Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026.

Baginya, asap karhutla bukan sekadar gangguan jarak pandang, melainkan ancaman serius bagi paru-paru. Ia memperingatkan bahwa kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma dan jantung adalah pihak yang paling terancam.

"Kalau tidak diatasi dengan cepat dan tepat, pasti berdampak ke paru-paru," tegasnya.

Senada dengan Ester, Dokter Umum Tania Maharani Safitri juga merasakan betapa beratnya beraktivitas di tengah kualitas udara yang kian merosot. Bahkan, berada di dalam ruangan pun bukan jaminan terbebas dari paparan asap.

"Pasti yang pertama pakai masker sekarang, baik di dalam maupun di luar ruangan, karena di dalam ruangan pun asapnya tetap masuk," ungkap Tania.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, fasilitas kesehatan di Palangka Raya telah menyiagakan ruang oksigenasi. Di sini, petugas medis akan melakukan pemeriksaan tanda vital dan mengukur kadar oksigen dalam tubuh pasien untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

“Ruang oksigenasi ini kan terbuka untuk seluruh masyarakat di Palangkaraya yang memang disediakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan oksigen, misalnya dengan keluhan ISPA atau sesak napas,” kata Tania.

Selain memberikan pengobatan medis, para tenaga kesehatan ini tak lelah memberikan edukasi. Warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera mencari bantuan medis jika gejala pernapasan memburuk.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X