KP2MI Buka Program SMK Go Global, Target Cetak 500 Ribu Pekerja Migran

28 August 2026 20:52

Jakarta: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi membuka program SMK Go Global 2026. Program ini ditujukan untuk menyiapkan hingga 500 ribu pekerja migran Indonesia yang terampil, kompeten, dan siap bekerja ke luar negeri secara legal dan aman. 

Program ini resmi diluncurkan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, di Balai Diklat Industri Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026. Sasarannya bukan hanya lulusan SMK, tetapi juga lulusan SMA hingga sarjana. Mereka akan dipersiapkan dan diberangkatkan secara bertahap hingga 2029. 

"Program SMK Go Global ini adalah direktif langsung dari Bapak Presiden. Kami di KP2MI, berkoordinasi dengan Menko PMK Muhaimin Iskandar, menyiapkan program ini untuk memperkuat kapasitas calon pekerja kita," ujar Mukhtarudin dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026. 

Peluang ini terbuka lebar seiring banyak negara di Eropa dan Asia yang menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang semakin menua. Di sisi lain, Indonesia justru memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar.


Dalam pelaksanaannya, KP2MI bersinergi dengan berbagai kementerian teknis seperti Kementerian Pariwisata, Kesehatan, dan Pekerjaan Umum (PU), serta menggandeng politeknik, migrant center universitas, dan Balai Latihan Kerja (LPK) swasta. Fokus pelatihan mencakup peningkatan keterampilan teknis, sertifikasi dari BNSP, hingga penguasaan bahasa asing.

Seluruh peserta akan melalui proses seleksi dan pelatihan intensif yang diproyeksikan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029.

"Kebutuhan pelatihannya, kebutuhan kompetensi sertifikasinya yang oleh nanti BNSP itu juga sesuai dengan kompetensi yang sesuai dengan sektor yang sudah disiapkan. Karena kita akan breakdown itu dari job order-nya dulu ada ya, negaranya dulu sudah ada, sektornya sudah ada, jenis pekerjaannya sudah ada, baru kita siapkan memerlukan kompetensi seperti apa, baru kita latih seperti apa. Jadi ini kita balik dari hilir baru ke hulu," kata Mukhtarudin. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X