Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan. Berkat upaya kolaboratif dari Satgas Darat, TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api, saat ini sudah tidak ada lagi titik api yang terpantau di wilayah tersebut.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengonfirmasi bahwa per Kamis, 27 Agustus 2026 pagi, jumlah titik panas (hotspot) juga turun drastis. Dari sekitar 200 hotspot pada dua hari lalu, kini hanya menyisakan 79 titik.
"Ada penurunan yang sangat signifikan. Di Kerumutan, Pelalawan, yang awalnya saat kedatangan Bapak Presiden terdapat 900 hektare lebih lahan terbakar, alhamdulillah hari ini zero (nihil)," ungkap Irjen Pol Herry dalam Breaking News, Metro TV, Kamis 27 Agustus 2026.
Meski demikian, jajaran kepolisian dan TNI tetap mengantisipasi kemunculan
titik panas baru. Perhatian khusus kini diarahkan pada 13
hotspot kategori medium di Kabupaten Siak dan 17
hotspot di Kabupaten Indragiri Hilir. Pasukan tambahan telah dikerahkan ke lokasi untuk membangun sumur bor, menyekat kanal, dan melakukan pendinginan kawasan gambut.
Tindak Tegas Puluhan Pelaku Pembakaran
Polda Riau juga terus menindak tegas para oknum pelaku pembakaran lahan. Sejauh ini, kepolisian telah memproses 35 kasus dan menetapkan 38 orang sebagai tersangka. Seluruh tersangka yang diamankan saat ini berasal dari kalangan perorangan.
Salah satu penangkapan terbaru dilakukan terhadap seorang pelaku yang sengaja membakar 30 hektare lahan di Kecamatan Sinaboi, Rokan Hilir. Selain warga, Polda Riau bersama jajaran Forkopimda juga memanggil para pelaku usaha dan korporasi untuk dimintai pertanggungjawaban.
"Kami hadir ke masyarakat melakukan pendampingan (asesmen) saat mereka membuka lahan agar tidak menyebar menjadi Karhutla. Namun, penegakan hukum tetap berjalan terus menerus," tegas Herry.