Kebakaran hutan dan lahan. Dokumentasi/ istimewa.
TNI Mulai Bangun Sumur Bor di Wilayah Rawan Karhutla Riau
Andre Septian Yusup • 27 August 2026 11:36
Pekanbaru: TNI mulai membangun sejumlah sumur bor di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sumber air sebelum titik panas (hotspot) berkembang menjadi titik api.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan pengeboran sumur air mulai dilakukan di sejumlah lokasi yang rawan karhutla dan mengalami krisis air.
"Dan hari ini juga kami sudah didatangkan bor-bor yang dikirim dari pusat, kita sudah mulai lakukan pengeboran di beberapa titik, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan atau krisis air," kata Agus saat ditemui di Lanud Roesmin Nurjadin, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca Juga :
Sebelum pengeboran, titik-titik yang berpotensi memiliki sumber air dipetakan melalui survei geolistrik. "Kita patenkan, sudah kita lakukan geolistrik melihat potensi-potensi air dan di beberapa titik sekarang sudah terpasang hampir 10 titik," ucap Agus.
Di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, misalnya, empat sumur bor telah terpasang. Pengeboran selanjutnya akan dilakukan di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.
"Nah, titik-titik air ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden bahwa akan kita lakukan di 500 titik sesuai dengan distribusi bor yang diberikan oleh pusat kepada kita yang hari ini sudah mulai kita terima," jelas Agus.
.jpg)
Anggota Tim Manggala Agni melakukan pemadaman di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau yang luasnya mencapai 702 hektare. ANTARA/HO-Manggala Agni Daerah Operasi Rengat, Riau
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau melaporkan terdapat 306 titik panas atau hotspot. Setiap titik panas diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penyediaan sumber air melalui pembangunan sumur bor.
Sumber air tersebut nantinya dapat menjadi cadangan untuk pemadaman sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.