27 August 2026 09:56
Upaya pemulihan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu terus menunjukkan pergerakan progresif. Meski dihantui ribuan gempa susulan, pemerintah lintas sektoral kini berfokus pada perbaikan puluhan ribu rumah warga dan pemulihan infrastruktur vital di wilayah terdampak.
Skala Kerusakan Rumah dan Fasilitas Pendidikan
Dikutip dari tayangan Breakig News Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 25 Agustus 2026, tercatat sebanyak 77.912 rumah warga mengalami kerusakan di tujuh kabupaten, mulai dari Nagekeo, Ende, Sikka, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai. Dari total tersebut, 24.597 unit di antaranya masuk kategori rusak berat.
Sektor pendidikan turut terpukul hebat dengan 1.378 satuan pendidikan dan lebih dari 177 ribu murid terdampak. Kerusakan pada lebih dari 5.521 ruang kelas memaksa pola pembelajaran berubah drastis. Saat ini, 923 sekolah terpaksa menerapkan belajar dari rumah, 171 sekolah beralih ke sistem daring, dan hanya 30 sekolah yang tetap menjalankan aktivitas tatap muka secara normal.
Alokasi Dana dan Penyaluran Logistik
Guna mempercepat proses bangkitnya NTT, pemerintah pusat telah mengucurkan dukungan dana yang signifikan. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sebesar Rp200 miliar, yang didukung oleh dana khusus dari Kementerian Keuangan sebesar Rp44 miliar untuk penanganan bencana.
Dari sisi logistik, sebanyak 778 ton bantuan berupa sembako, tenda, alat kesehatan, hingga genset telah disalurkan sejak awal masa tanggap darurat. Terbaru, pada 24 Agustus, pemerintah kembali mengirimkan 31 ton logistik siap makan melalui jalur darat, laut, dan udara.
Tantangan 7.429 Gempa Susulan
Di tengah proses rehabilitasi, tantangan alam masih membayangi. BMKG mencatat telah terjadi 7.429 gempa susulan hingga 26 Agustus 2026, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Sebanyak 143 gempa dilaporkan sangat dirasakan oleh masyarakat, yang mengharuskan percepatan pemulihan berjalan beriringan dengan kewaspadaan tinggi.
Fokus Infrastruktur Vital
Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) saat ini terus mengerahkan alat berat guna membuka akses jalan yang tertimbun longsoran. Fokus utama di lapangan meliputi pemulihan fasilitas air bersih, pasokan energi, serta perbaikan dermaga di Nagekeo guna memastikan konektivitas logistik tidak terputus.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengebut pemulihan infrastruktur distribusi agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat NTT dapat segera kembali normal.