16 April 2026 10:13
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa blokade terhadap Selat Hormuz akan terus berlanjut tanpa tenggat waktu yang pasti. Langkah agresif ini diambil sebagai upaya untuk memutus akses ekonomi Iran di tengah proses negosiasi yang masih berjalan antara kedua belah pihak.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa penyekatan maritim ini telah dijalankan secara penuh. Blokade ini tidak hanya menyasar kapal-kapal milik Iran, tetapi juga berlaku bagi seluruh kapal dari negara manapun yang berupaya memasuki atau meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Saya ingin memperjelas poin ini karena ada beberapa pemberitaan yang keliru. Blokade ini mencakup semua pelabuhan Iran di Teluk Arab hingga Teluk Oman," tegas Leavitt.
| Baca juga: AS Dilaporkan Tingkatkan Persiapan Operasi Militer ke Kuba |