RSHS Bandung Akui Bayi Tertukar Akibat Kelalaian Petugas

18 April 2026 17:56

Bandung: Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali buka suara usai ibu korban bayi tertukar, Nina Saleha, melaporkan seorang perawat yang diduga sebagai pelaku yang menyerahkan bayi Nina kepada orang tak dikenal (OTK). Pihak RSHS Bandung mengakui bahwa kejadian tersebut murni karena kelalaian petugas. 

Nina resmi melaporkan perawat berinisial N ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) setelah somasi yang dikirimkan ke pihak RSHS Bandung hanya dibalas dengan keterangan tertulis yang dinilai tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Kuasa Hukum Nina, Mira Widyawati menyebut, Perawat N dilaporkan karena telah melanggar Pasal 450 dan Pasal 452 KUHP tentang tindak pidana penculikan. 

"Mereka meresponsnya dengan mengirim surat dan membuat (video) YouTube dengan statement yang berbeda dengan apa yang dialami klien kita. Jadi kemarin Ibu Nina Saleha berniat untuk membuatkan Laporan Polisi (LP) terlapornya suster N," jelas Mira, dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Sabtu, 18 April 2026. 
 

Baca Juga: RSHS Bandung Laporkan Insiden Bayi Nyaris Tertukar ke Kemenkes

Sementara itu, pihak RSHS Bandung akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa bayi nyaris tertukar yang dialami oleh Nina. Pihak RSHS menyebut bahwa kejadian ini terjadi akibat adanya distraksi, di mana ada dua pasangan suami istri (pasutri) yang dijadwalkan mengambil bayi di waktu yang bersamaan. 

Karena harus melayani keduanya secara sekaligus, petugas sempat hilang fokus dan akhirnya salah memberikan bayi kepada orang tua aslinya. Namun, petugas langsung menyadari dan segera mengambil bayi yang diserahkan. 

Sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut, pihak RSHS menyatakan petugas medis yang terlibat telah dinonaktifkan sementara. Lebih lanjut, mereka menyatakan kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan agar lebih profesional.

"Pada prinsipnya kami menyambut baik atas keluhan, masukan, dan harapan dari masyarakat luas sebagai bagian dari proses evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan yang aman dan profesional," ucap Direktur Utama (Dirut) RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)