Krisis Listrik Irak Picu Protes Warga

13 August 2026 08:33

Krisis listrik kembali memicu protes di Irak di tengah gelombang panas yang terus melanda. Suhu di sejumlah wilayah bahkan menembus lima puluh derajat celcius. Kondisi ini semakin menekan warga sekaligus menambah beban pada jaringan listrik nasional.

Di sejumlah wilayah pemerintah bahkan menangguhkan jam kerja resmi untuk mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik. Permasalahan ini juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah.
 



Perdana Menteri Irak Ali Al-Zaidi memimpin rapat bersama sejumlah pejabat untuk membahas persoalan listrik. Dalam rapat tersebut Al-Zaidi menegaskan masalah kelistrikan akan mendapat perhatian luar biasa. 

Ia juga meminta para anggota parlemen menjalankan fungsi pengawasan serta mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi.

Pemerintah kini dihadapkan pada tekanan untuk memenuhi kebutuhan listrik di tengah suhu ekstrem sekaligus membenahi persoalan korupsi yang dinilai turut mempengaruhi sektor kelistrikan.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X