7 January 2026 14:05
Pengamat hubungan internasional sekaligus direktur eksekutif Syergy Policies Dina Prapto Raharja menilai sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menangkap Nicolas Maduro sebagai bentuk bullying.
"Sikap Amerika Serikat (AS) dinilai melanggar tata dan hukum internasional yang memicu perpecahan global. Disampaikan oleh Donald Trump adalah bahwa Amerika Serikat punya aturan main sendiri dan tidak bisa diintervensi oleh negara manapun," kata Dinna dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.
"Ketika Amerika Serikat merasa kepentingannya terganggu oleh negara lain, maka dia berhak untuk melakukan apa yang mau dia lakukan. Itu pesan yang paling jelas. Dan hal ini harus kita cermati dengan betul-betul, harus kita waspadai bahkan karena pesan ini sudah memecah belah bahkan kalangan di dalam negeri Amerika Serikat sendiri," sambungnya.