AS Sepakat Dukung Jaminan Keamanan untuk Ukraina di KTT Paris

Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff. (Anadolu Agency)

AS Sepakat Dukung Jaminan Keamanan untuk Ukraina di KTT Paris

Willy Haryono • 7 January 2026 13:21

Paris: Amerika Serikat secara resmi menyatakan dukungannya terhadap koalisi negara sekutu Ukraina dalam penyediaan jaminan keamanan guna mencegah potensi serangan Rusia di masa mendatang. Kesepakatan tersebut dicapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Paris yang dihadiri sejumlah negara Eropa serta utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff.

Jaminan keamanan itu mencakup komitmen mengikat untuk memberikan dukungan kepada Ukraina apabila kembali terjadi agresi militer. Witkoff menegaskan bahwa Presiden Trump mendukung penuh protokol keamanan tersebut sebagai instrumen pencegahan dan perlindungan terhadap kedaulatan Ukraina.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin koalisi menyepakati pembentukan mekanisme pemantauan dan verifikasi gencatan senjata yang akan dipimpin oleh Amerika Serikat. Mekanisme ini dirancang dengan mengandalkan teknologi canggih, termasuk drone, sensor, dan satelit, tanpa melibatkan pengerahan pasukan darat AS.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik hasil pertemuan tersebut sebagai sinyal keseriusan koalisi dalam membangun kerangka keamanan yang nyata. Namun, ia menegaskan bahwa rincian teknis pemantauan serta skema pembiayaan dukungan militer bagi Ukraina masih memerlukan pembahasan lanjutan.

Sementara itu, Prancis dan Inggris secara resmi menandatangani deklarasi niat untuk mengerahkan pasukan multinasional setelah gencatan senjata tercapai. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan kesepakatan tersebut membuka jalur hukum bagi pasukan Inggris dan Prancis untuk beroperasi di wilayah Ukraina, khususnya dalam mengamankan wilayah udara dan laut.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menambahkan bahwa langkah ini berpotensi melibatkan pengerahan ribuan tentara Prancis guna memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina. Ia menekankan bahwa fokus koalisi kini bergeser dari sekadar bantuan militer menuju jaminan bantuan hukum yang mengikat jika Moskow kembali melancarkan serangan.

Hingga saat ini, Rusia belum menunjukkan kesediaan untuk memberikan konsesi dalam proses negosiasi damai. Moskow secara konsisten menolak kehadiran pasukan negara-negara anggota NATO di wilayah Ukraina. Di sisi lain, para diplomat Eropa mencatat bahwa respons militer di masa depan masih berpotensi memicu perdebatan internal di sejumlah negara Eropa. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Prancis dan Inggris Akan Kirim Pasukan ke Ukraina Jika Gencatan Senjata Tercapai

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)