Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

22 September 2026 22:30

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menerangkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamax, berpotensi terkerek naik apabila harga minyak mentah Indonesia melonjak akibat dinamika pasar global. Kendati demikian, pemerintah memastikan tidak ada rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurutnya, fluktuasi harga BBM non-subsidi sangat bergantung pada pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) yang mencerminkan harga pasar dunia.

"Kalau harga minyak non-subsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan koreksi," ujar Bahlil dikutip dari Headline News, Metro TV, Selasa 22 September 2026.
 



Meski harga BBM non-subsidi bergerak dinamis mengikuti pasar, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi masyarakat bawah melalui kepastian harga BBM bersubsidi. Ia memastikan bahwa hingga penghujung tahun 2026, harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal 18 sampai dengan 21 hari. Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo, ya," tegasnya.

Di samping memastikan ketersediaan cadangan energi nasional berada di ambang aman, Bahlil juga kembali melayangkan imbauan tegas kepada masyarakat golongan mampu agar tidak menyerobot hak warga kurang mampu dalam mengonsumsi energi bersubsidi.

"Nah, saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, saya mengimbau terus ini, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," kata Bahlil.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X