BBM bersubsidi pertalite. Foto: Pertamina.
Bahlil: Masyarakat Mampu Jangan Pakai BBM Subsidi
Husen Miftahudin • 22 September 2026 18:59
Tangerang: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat mampu untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Ia menegaskan, BBM subsidi seharusnya digunakan oleh masyarakat yang berhak menerima.
Bahlil secara khusus mengimbau masyarakat dengan pendapatan tinggi, kondisi ekonomi menengah ke atas, dan memiliki kendaraan bagus untuk tidak menggunakan BBM subsidi.
"Saya mengimbau terus ini, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," ujar Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Bahlil, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat mampu dapat mengambil jatah masyarakat yang seharusnya berhak menerima subsidi. "Masa sih kita nggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu," kata Bahlil.
Bahlil secara khusus mengimbau masyarakat dengan pendapatan tinggi, kondisi ekonomi menengah ke atas, dan memiliki kendaraan bagus untuk tidak menggunakan BBM subsidi.
"Saya mengimbau terus ini, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," ujar Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Bahlil, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat mampu dapat mengambil jatah masyarakat yang seharusnya berhak menerima subsidi. "Masa sih kita nggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu," kata Bahlil.
(Ilustrasi. Foto: dok Pertamina Patra Niaga)
Soroti penyalahgunaan BBM subsidi
Bahlil turut menyoroti penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat mampu yang kemudian dijual kembali. Ia menyebut kondisi tersebut menyebabkan terjadinya shifting atau pergeseran penggunaan BBM subsidi dari masyarakat yang seharusnya berhak menerima.
"Memang terjadi shifting. Gimana enggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi? Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil," ujar Bahlil.
Ia kembali meminta masyarakat mampu tidak mengambil alokasi BBM subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok yang berhak. "Tidak hanya sampai ke sana. Diambil, dijual lagi. Wah itu sudah saya enggak tahu lagi ya, pikiran sudah gimana lah," tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. "Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Sudah, itu deal. Itu perintah Pak Presiden Prabowo," tegas Bahlil. (Selsha Septifanie Gunawan)