NEWSTICKER

Kuasa Hukum Brigadir J: Kami Masih Yakin Sebelum Dieksekusi Ada Penganiayaan Tehadap Brigadir J

2 November 2022 14:35

Salah satu saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J mengatakan bahwa surat kematian Brigadir J penuh kejanggalan sebab pada surat kematian Brigadir J ditulis meninggal karena cidera.

Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro mengatakan, memang dari awal pihaknya dan juga keluarga masih menyakini adanya penganiayaan terhadap Brigadir J sebelum di eksekusi.

"Tentu dari awal sampai dengan saat ini, kami dari pihak kuasa hukum dan juga keluarga, masih bertanya-tanya dan kami pun masih meyakini sebelum Brigadir J ditembak adanya penganiaayaan yang dilakukan terhadap Brigadir J," ujar Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro.

Yonathan juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapakan bukti-bukti untuk memperkuat keterangan saksi dan akan dikeluarkan di dalam persidangan.

"Mengenai bukti-bukti tersebut, sudah kami serahkan semua pada saat awal kami membuat laporan, tetapi dijalannya persidangan ada bukti-bukti tambahan yang kami bawa seperti sendal, bukti chat atau screenshoot, karena itu merupakan strategi kami untuk dikeluarkan di dalam persidangan," ucap Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro.

Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro juga mengatakan, pihak kuasa hukum dan juga keluarga berharap agar soal motif pelecehan seksual ini tidak perlu dibahas dan fokus kepada dakwaan dari kejaksaan yakni pembunuhan berencana.

"Harapan kami dan yang menjadi fokus utama keluaraga adalah mengenai motif pelecehan seksual, ini sudah tidak perlu dibahas, tetapi ini terus menerus diangkat. Jadi, mari kita fokus saja terhadap dakwaan kejaksaan yakni pasal 340 atau pembunuhan berencana," pungkasnya.