Trump Santai Hadapi Ancaman Pemakzulan Ketiga, Sebut Dirinya Makin Mahir

3 October 2026 21:35

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons santai kemungkinan menghadapi pemakzulan untuk ketiga kalinya. Trump menyebut dirinya semakin mahir menghadapi proses pemakzulan setelah sebelumnya dua kali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat ditanya mengenai potensi pemakzulan jika Partai Demokrat berhasil menguasai Kongres dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November 2026.

Trump kemudian menyebut kemungkinan pemakzulan tersebut sebagai pemakzulan palsu. Ia juga membandingkan situasi yang dihadapinya dengan mantan Presiden Joe Biden dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

“Ini pemakzulan palsu, kita sebenarnya bisa melakukan itu terhadap ‘Sleepy Joe’, tetapi kami tidak melakukannya karena itu tidak pantas. Saya juga bisa melakukan itu terhadap Hillary Clinton, seperti yang Anda tahu. Saya punya kesempatan untuk melakukannya jika saya mau, tetapi saya mengatakan itu tidak pantas. Namun, kalau terhadap saya, mereka suka melakukannya,” kata Trump dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 3 Oktober 2026.

Trump sebelumnya telah dua kali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat saat periode pertama kepresidenannya. Kedua proses tersebut tidak berujung pada pencopotan Trump dari jabatan setelah Senat Amerika Serikat menyatakan dirinya tidak bersalah.

Wacana pemakzulan kembali muncul menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Jika Partai Demokrat menguasai Kongres, partai tersebut berencana melakukan berbagai penyelidikan terhadap pemerintahan Trump dan sejumlah kepentingan bisnis keluarganya.

Meski demikian, kemungkinan pemakzulan ketiga masih berupa wacana politik dan belum menjadi proses pemakzulan yang telah diputuskan Kongres.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X