7 October 2026 21:13
Jakarta: SeaBank Indonesia mendorong ekonomi biru dan pemberdayaan perempuan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, melalui program Women of the Sea: The Blue Economy Development bersama Yayasan Pandu Laut. Program tersebut memadukan pelestarian lingkungan pesisir dengan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
SeaBank melakukan penanaman 1.000 mangrove di kawasan Pantai Rengge, Pulau Pari. Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya membantu melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.
Abrasi sebelumnya disebut telah mengikis garis pantai Pulau Pari hingga sekitar 9 meter ke arah daratan. Penanaman tersebut juga melanjutkan aksi SeaBank yang telah menanam 1.000 mangrove di kawasan Pulau Pari pada Agustus 2022.
Aksi pelestarian lingkungan turut dilakukan melalui kegiatan bersih pantai. Kegiatan ini ditujukan untuk mengurangi pencemaran sampah plastik sekaligus memberikan edukasi kepada warga dan wisatawan mengenai pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Di sisi pemberdayaan perempuan, SeaBank memberikan literasi keuangan kepada pelaku usaha mikro berbasis rumahan. Perempuan di Pulau Pari dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui usaha homestay, penyewaan kapal, hingga makanan lokal.
Direktur Keuangan SeaBank Indonesia Lindawati Octaviani mengatakan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang, tetapi juga bagaimana seseorang mengelola kehidupan dengan lebih baik.
“Jadi, literasi finansial itu bukan sekadar soal uang, tapi bagaimana kita mengelola hidup jadi lebih baik lewat modal adil yang Tuhan berikan. Singkatnya 'OTW': Otak untuk berpikir kreatif, Tenaga untuk bekerja, nggak cuma jadi tulang rusuk tapi juga tulang punggung demi menggerakkan ekonomi dan Waktu 24 jam sehari yang dimanfaatkan seproduktif mungkin,” kata Lindawati dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 7 Oktober 2026.
Warga Pulau Pari, Asmaniah, menyambut baik pelatihan literasi keuangan yang diberikan.
“Senang banget karena ibu-ibu di sini jadi dapat kesempatan belajar mengelola keuangan. Selama ini kan kalau dapat uang nggak pernah dirinci buat apa saja, pengeluaran juga nggak pernah teratur. Lewat kegiatan ini, ibu-ibu Pulau Pari jadi lebih paham dan dapat banyak pelajaran baru,” ujarnya.
Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan SeaBank ingin menjadi mitra bagi masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata, termasuk warga Pulau Pari.
Menurut Sasmaya, potensi ekonomi masyarakat dapat dipercepat melalui akses keuangan digital yang dibarengi dengan pemberdayaan lingkungan. Hal tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan bisnis SeaBank.
“Sustainable business itu harus menjalankan ESG. Pulau Pari ini butuh pantai yang bersih, ekosistem mangrove yang tertata untuk mencegah abrasi dan juga menarik wisatawan. Ketika wisatawan datang, ekonomi masyarakat lokal juga bisa tumbuh,” ujar Sasmaya.
SeaBank juga memperkenalkan konsep aquaponik sebagai salah satu solusi pemanfaatan lahan yang terbatas di wilayah kepulauan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung efisiensi pangan di Pulau Pari.