Ekspansi Perusahaan Tiongkok Buka Peluang Investasi Manufaktur di Batang

Delegasi KEK Industropolis Batang saat memperkenalkan kawasan tersebut sebagai basis produksi yang dapat mendukung perusahaan Tiongkok dalam mengembangkan kegiatan usaha di Indonesia. Foto: dok KEK Industropolis Batang.

Ekspansi Perusahaan Tiongkok Buka Peluang Investasi Manufaktur di Batang

Husen Miftahudin • 7 October 2026 21:07

Jakarta: Gelombang ekspansi perusahaan Tiongkok ke pasar global membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi baru, terutama di sektor manufaktur.
 
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berupaya menangkap peluang tersebut dengan memperkenalkan Batang sebagai salah satu basis produksi dan pintu masuk investasi ke Indonesia serta pasar ASEAN.
 
Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian agenda Going Global yang digelar di Beijing dan Tianjin, Tiongkok, pada 22–24 September 2026. KEK Industropolis Batang hadir bersama Reanda International dan Reanda Bernardi Indonesia dalam sejumlah forum yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah daerah, asosiasi profesi, lembaga keuangan, serta perusahaan Tiongkok yang tengah mempertimbangkan ekspansi ke luar negeri.
 
Bagi KEK Industropolis Batang, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kawasan kepada jaringan profesional yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan investasi. Akuntan, konsultan pajak, dan penasihat investasi menjadi salah satu pihak yang dapat berperan dalam memberikan pertimbangan kepada perusahaan ketika menentukan lokasi ekspansi.
 
Kegiatan kemudian berlanjut di Tianjin melalui Going Global Special Event dalam rangkaian 2026 China Private Enterprise Investment and Financing Exchange Seminar (CPEC) pada 23 September 2026. Forum bertema Enhancing Comprehensive Overseas Service System to Support Private Enterprises in High Quality Global Expansion tersebut mempertemukan perusahaan swasta dan pelaku industri yang memiliki rencana investasi lintas negara.
 
Dalam kesempatan itu, KEK Industropolis Batang memperkenalkan kawasan tersebut sebagai basis produksi yang dapat mendukung perusahaan Tiongkok dalam mengembangkan kegiatan usaha di Indonesia.
 

 

Jajaki potensi teknologi dan ekonomi digital

 
Selain forum bisnis, delegasi KEK Industropolis Batang mengunjungi Tiankai Higher Education Innovation Park pada 24 September 2026. Kawasan tersebut terhubung dengan Tianjin University dan Nankai University serta menjadi tempat berkembangnya perusahaan teknologi di bidang kecerdasan buatan, energi baru, dan material baru.
 
Delegasi juga mengunjungi China–SCO Digital Economy Cooperation Pilot Zone, platform kerja sama ekonomi digital antara Tiongkok dan negara-negara anggota Shanghai Cooperation Organization (SCO). Penjajakan tersebut membuka peluang koneksi antara perusahaan teknologi dan ekonomi digital dari Tianjin dengan pasar serta basis produksi di Indonesia.
 
Sektor tersebut sejalan dengan pengembangan KEK Industropolis Batang yang mencakup kendaraan listrik dan rantai pasoknya, energi terbarukan, elektronik, manufaktur maju, serta teknologi digital dan komunikasi.
 

Batang tawarkan kawasan industri terintegrasi

 
KEK Industropolis Batang menawarkan sejumlah faktor pendukung untuk menarik investor, mulai dari status kawasan ekonomi khusus hingga ketersediaan lahan dan infrastruktur. Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 4.300 hektare dan berada di koridor utara Jawa dengan akses ke Tol Trans-Jawa serta konektivitas menuju pelabuhan dan pasar domestik.
 
Status KEK juga memberikan fasilitas fiskal dan nonfiskal bagi investor sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk insentif perpajakan serta kemudahan perizinan melalui administrator KEK.
 
Selain itu, pengembangan kawasan diarahkan untuk membentuk klaster industri, antara lain kendaraan listrik, otomotif, energi hijau, elektronik, dan manufaktur maju. Ketersediaan tenaga kerja dari Jawa Tengah juga menjadi salah satu faktor pendukung kegiatan industri di kawasan tersebut.
 
Head of Marketing & Sales Division KEK Industropolis Batang Irma Herdiana Sefrinta mengatakan perusahaan Tiongkok semakin aktif mempertimbangkan ekspansi ke luar negeri.
 
"Perusahaan Tiongkok saat ini tidak lagi bertanya apakah perlu ekspansi ke luar negeri, tetapi ke mana dan bersama siapa. Kami hadir di Beijing dan Tianjin untuk memastikan jawabannya adalah Indonesia, dan Batang. Bersama Reanda, kami menawarkan lebih dari sekadar lahan, lokasi strategis, insentif KEK, dan pendampingan profesional yang membuat proses investasi lebih cepat dan lebih pasti," ujar Irma dalam rangkaian agenda Going Global Reanda International di Tianjin, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2026.


(Delegasi KEK Industropolis Batang. Foto: KEK Industropolis Batang)

 

Pendampingan investasi

 
Kolaborasi dengan Reanda International dan Reanda Bernardi Indonesia juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan investor dalam aspek akuntansi, perpajakan, dan kepatuhan. Chairman Reanda International Huang Jinhui mengatakan kemitraan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis di luar pasar domestik.
 
"Melalui rangkaian kegiatan di Beijing dan Tianjin, kami ingin menghubungkan pelaku usaha dengan peluang, jaringan, dan dukungan profesional yang mereka butuhkan untuk membangun dan mengembangkan kehadiran internasionalnya," ujar Huang.
 
Sementara itu, Director of the Outbound Investment and Economic Cooperation Division Tianjin Municipal Bureau of Commerce Fang Yong menyambut peluang kerja sama antara perusahaan Tianjin dan Indonesia.
 
"KEK Industropolis Batang menawarkan platform yang menarik bagi perusahaan Tianjin yang ingin menjajaki peluang investasi dan bisnis di Indonesia," ujar Fang.
 
Setelah rangkaian agenda tersebut, KEK Industropolis Batang dan Reanda berencana menindaklanjuti prospek yang diperoleh melalui penjajakan bisnis, termasuk peluang kunjungan investor ke Batang dan pendampingan sesuai perkembangan masing-masing calon investasi.

(Husen Miftahudin)