Jarak Pandang Buruk Akibat Kabut Asap di Palangka Raya Picu Maraknya Kecelakaan Tunggal

15 October 2026 18:18

Pekatnya kabut asap yang membatasi jarak pandang di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kini berdampak serius pada meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas tunggal.

"Di luar ini kami karena asap ini tebal sekali jarak pandang, jadi mungkin kami terlalu fokus di ISPA, tapi di akhir-akhir ini pasien datang dengan kecelakaan tunggal. Oke, itu agak lumayan banyak, karena jarak pandang yang tidak jelas ya," ujar dokter puskesmas di Kota Palangka Raya, dr. Esther Tampubolon dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.

Selain memicu kecelakaan akibat pandangan yang terhalang, bencana kabut asap yang telah memasuki bulan keempat ini juga memperburuk kesehatan warga. Dalam tiga bulan terakhir, tercatat lebih dari 10.000 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda masyarakat.

"Kalau kita berbicara tentang asap sudah pasti sistem pernapasan dulu ya yang akan diserang, kemudian juga penglihatan juga. Kalau temuan kami yang ada di sini sudah pasti ISPA, pasien datang dengan napas tidak nyaman, sesak, nyeri dada, hidungnya perih, tenggorokannya sakit," lanjut dr. Esther.
 


Kualitas udara di Palangka Raya saat ini berada pada status berbahaya. Ketebalan asap membuat warna langit tampak menguning akibat cahaya matahari tidak mampu menembus ke permukaan tanah.

Di tengah kondisi ekstrem tersebut, para tenaga kesehatan tetap bersiaga melayani pasien dan bahkan menambah jam pelayanan medis, khususnya pada ruang pasokan oksigen. Pihak medis pun mengharapkan adanya langkah ekstra dari pemerintah pusat serta bantuan doa agar hujan segera turun.

"Kita sama-sama berdoa, minta doanya dari seluruh rakyat Indonesia dengan segala kerendahan hati kami mohon doakan kami supaya hujan cepat turun... Kami juga berharap mungkin lebih sedikit lebih ekstra lagi dari pusat untuk membantu kami bagaimana caranya supaya hujan itu segera datang dan penanggulangan asap lebih ekstra lagi,"tutur dr. Esther.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X