Hashim Ingatkan Praktik Saham Gorengan Bisa Bikin Rupiah Anjlok

30 October 2026 00:43

Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan peringatan keras mengenai potensi anjloknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp22.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Peringatan ini disampaikannya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 29 Oktober 2026.

Kekhawatiran Hashim berakar pada risiko evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka opsi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi stand-alone market. Ancaman downgrade ini dipicu oleh maraknya praktik manipulasi pasar serta minimnya porsi saham free float di bursa domestik.
 



Jika status tersebut benar-benar diturunkan, investor asing dipastikan akan menarik dana besar-besaran dari bursa saham Indonesia. Keluarnya modal asing inilah yang akan memukul telak nilai tukar rupiah.

"Ini masalah yang sangat serius. Jika investasi asing keluar, rupiah bisa semakin lemah. Hitungan saya bisa menyentuh Rp20.000 hingga Rp21.000, bahkan ada yang memprediksi tembus Rp22.000," ujar Hashim, dikutip dari Headline News, Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026. 

Lebih lanjut, Hashim membeberkan efek domino dari depresiasi rupiah tersebut terhadap makroekonomi, khususnya terkait pembengkakan beban utang luar negeri.

"Kalau itu terjadi, beban pinjaman luar negeri kita akan menjadi jauh lebih mahal. Ini bisa menjadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, saya meminta kawan-kawan di Kadin untuk segera menghentikan praktik 'goreng-goreng' saham tersebut," tegasnya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X