Kisah Praska Rela Nabung dan Seberangi Selat Sunda Demi Ikut RBN NasDem

11 October 2026 21:26

Minat generasi muda terhadap politik dan ketatanegaraan kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Hal ini tercermin jelas dari kisah perjuangan Praska Dwi Saputra, siswa SMA Negeri 2 Pringsewu, Lampung, yang gigih mengusahakan langkahnya menuju ibu kota demi mengikuti program Simulasi Remaja Bernegara.

Kesempatan untuk duduk berdiskusi di NasDem Tower tersebut tidak didapatkan Praska secara instan. Ia harus menelan kekecewaan setelah gagal mendaftar sebanyak tujuh kali. Kesabaran dan tekadnya baru membuahkan hasil pada percobaan yang kedelapan.

Tantangan tidak berhenti pada proses seleksi. Praska harus mengumpulkan uang jajannya sedikit demi sedikit untuk membiayai perjalanan lintas provinsi seorang diri.

"Program ini memang memberikan fasilitas saat acara, tapi transportasi tidak ditanggung. Otomatis aku harus menyisihkan uang jajan buat biaya berangkat," cerita Praska dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu 11 Oktober 2026. 
 


Rute panjang ia tempuh dengan berganti-ganti moda transportasi. Perjalanannya dimulai dengan menaiki bus dari Pringsewu menuju Bandar Lampung, dilanjutkan dengan kereta api menuju Pelabuhan Bakauheni. Setelah menyeberang dengan kapal feri ke Pulau Jawa, ia kembali menyambung perjalanan dengan kereta api hingga akhirnya tiba dan mencari penginapan di wilayah Jakarta Barat.

Segala rasa takut dan khawatir saat pertama kali bepergian jauh ke kota besar berhasil ia kalahkan dengan tekad kuat untuk mencari ilmu. Bagi Praska, pengalaman bertukar pikiran dengan peserta dari berbagai daerah akan membuka wawasannya mengenai proses pembuatan kebijakan publik.

"Aku ingin menjadikan diriku lebih berdampak, berguna, dan bermanfaat buat teman-teman sebaya, terutama ke masyarakat sekitar," tambahnya.

Antusiasme pelajar seperti Praska menjadi gambaran nyata besarnya minat Generasi Z pada politik. Kuota pendaftaran program edukasi semacam ini kerap ludes hanya dalam hitungan detik. Tingginya partisipasi ini dinilai sangat krusial di tengah momentum Indonesia yang sedang menghadapi bonus demografi.

"Indonesia punya bonus demografi yang didominasi oleh Gen Z. Pendaftar di sini Gen Z semua dan banyak banget yang minat, ini perlu banget dikasih kesempatan. Karena visi Indonesia Emas 2045 itu pasti dipimpin oleh Gen Z," tegas Praska.

Pengetahuan ketatanegaraan yang dibawa pulang Praska ke Lampung nantinya akan dibagikan kepada rekan-rekan sebayanya di daerah. Dari langkah-langkah kecil inilah, diharapkan lahir generasi melek politik yang mampu membangun iklim demokrasi yang lebih baik di masa depan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X