3 January 2026 13:59
Penanganan bencana pascabencana Sumatra terus dilakukan, tidak terkecuali di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Pemerintah tidak hanya menyediakan posko hunian sementara (Huntara) bagi para pengungsi, tetapi juga menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana.
Saat ini, Posko Pengungsian di Huntara milik Kemensos RI di Desa Hutana Bolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, dihuni oleh lebih dari 330 pengungsi, dengan 150 orang di antaranya adalah anak-anak. Di lokasi ini berdiri lebih dari 10 tenda pengungsian, serta berbagai fasilitas penunjang seperti dapur umum dan layanan laundry gratis.
Untuk menghibur anak-anak pasca bencana, didirikan juga sekolah rakyat atau sekolah darurat yang mengadakan kegiatan seperti menggambar, menyanyi, dan berdoa bersama. Sementara itu, data korban jiwa di Tapanuli Tengah tercatat 133 orang meninggal dunia dan 37 orang masih hilang serta dalam pencarian.
Selain itu, dari 19 desa yang sebelumnya terisolasi, kini tersisa enam desa yang masih terisolasi dan sulit diakses. Enam desa tersebut adalah Parsikaman, Nagatimbul, Sibiobio, Sialago, Saur Manggita, dan Desa Sait Nihuta Kalangan II.