1 January 2026 11:56
Sebulan pascabencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra, pemerintah pusat dan daerah terus mengintensifkan upaya pemulihan di berbagai sektor. Penanganan difokuskan pada pembukaan akses infrastruktur yang terisolir serta penyaluran bantuan dan stimulan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak.
Upaya perbaikan akses infrastruktur ini sejalan dengan progres yang dilaporkan langsung di tingkat daerah. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, melaporkan adanya progres positif dalam pembukaan akses pascabencana banjir dan longsor di wilayahnya. Ia menyebutkan bahwa per Rabu, 31 Desember 2025, jalan nasional menuju Kabupaten Gayo Lues telah bisa dilewati kendaraan roda empat, membuka akses ke delapan desa yang sebelumnya terisolir.
Haili Yoga menambahkan, per Kamis, 1 Januari 2026, ini, masih terdapat sekitar 30 desa, terutama di Kecamatan Ketol dan Linge, yang aksesnya masih terbatas atau hanya bisa dilalui dengan jalan kaki akibat putusnya jembatan. Jembatan gantung dan darurat harus segera dibangun, terutama karena saat ini sedang musim panen raya komoditas durian dan cabai.
Ia menegaskan bahwa meskipun logistik dasar seperti beras, BBM, dan gas sudah terpenuhi dan harganya relatif stabil, prioritas penanganan saat ini adalah jalan dan jembatan. Selain itu, kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak dan perabotan rumah tangga bagi warga yang rumahnya hancur juga menjadi fokus utama.
"Kami sekarang sangat membutuhkan bibit, mulai dari bibit padi, bibit kacang, hingga bibit lainnya. Kami tidak lagi ingin terus berada di pengungsian; kami harus bekerja dan bangkit," ujar Haili Yoga, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 1 Januari 2026.
Staf Khusus KSP Timothy Ivan Triyono, mengonfirmasi sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana. Ia merinci bahwa selain hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang diprioritaskan berjalan paralel, pemerintah menyiapkan berbagai bantuan stimulan bagi masyarakat.
Baca Juga :