Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Berbagai Upaya Medis Sempat Dilakukan

26 April 2026 14:14

Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dilaporkan gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam dan tengah berkoordinasi untuk pemulangan jenazah serta investigasi kejadian tersebut.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Ad-Dahit Al-Qushayr pada 29 Maret 2026.” kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Minggu, 26 April 2026.
 

Baca juga: Sekjen PBB Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI Keempat dalam Misi UNIFIL di Lebanon


Kejadian terjadi pada 29 Maret 2026 saat terjadi ledakan artileri dari tank Zionis Israel di sekitar kota Dahid al-Qusair, Lebanon. Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi luka berat membuat nyawa Praka Rico tidak dapat diselamatkan. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan penuh penghormatan. Indonesia juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh serta mengevaluasi keamanan personel pasukan perdamaian.

“Sejak insiden tersebut, pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut, telah memastikan upaya medis yang optimal dan terbaik. Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.” ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)