Banda Aceh: Saat bulan Ramadan berbagai kuliner khas Aceh menjadi buruan warga untuk menu berbuka puasa. Salah satunya adalah sambai oen peugaga atau lambai daun pegaga. Kuliner tradisional berbahan aneka dedaunan ini memiliki cita rasa khas dan masih digemari masyarakat hingga saat ini.
Menjelang waktu berbuka puasa lapak-lapak penjual takjil di Kota Banda Aceh mulai dipadati pembeli. Salah satu menu tradisional yang menjadi buruan warga adalah sambai oen peugaga atau lambai daun pegaga.
Kuliner khas Aceh ini terbuat dari bahan utama daun pegaga dan puluhan jenis dedaunan lainnya, yang diiris sangat halus.
Setelah itu campuran daun tersebut dipadukan dengan kelapa gongseng, bawang merah, cabai rawit, dan bahan rempah lainnya.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa yang unik, perpaduan rasa, segar, pedas, dan gurih yang khas di lidah.
Salah seorang penjual sambai oen peugaga di pasar takjil Jalan Garuda Banda Aceh, Nursiah mengaku dalam sehari dapat menjual hingga seratus porsi sambai oen pegaga. Satu porsi dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu.
Selain memiliki rasa yang khas, daun pegaga juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya dipercaya dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mempertajam daya ingat, serta membantu mengeluarkan angin dari dalam tubuh. (Metro TV/Alhadi Habibi/Fahmi Reza