Jakarta: Gaya hidup soft life kini semakin diminati oleh Generasi Z (Gen Z), seiring bergesernya pandangan mereka terhadap budaya kerja keras tanpa henti atau hustle culture.
Alih-alih mengejar kesibukan berlebihan, Gen Z cenderung mengutamakan kehidupan yang lebih santai, nyaman, seimbang, dan penuh kesadaran (mindful), tanpa mengesampingkan produktivitas serta kemampuan menghasilkan pendapatan.
Jika istilah soft life masih terdengar asing, konsep ini pada dasarnya lahir sebagai respons atas tekanan hidup modern yang sarat ambisi material. Melansir laman resmi Universitas Pendidikan Nasional, soft life mencerminkan pilihan hidup yang tidak semata berorientasi pada gaji besar atau jabatan tinggi, melainkan menempatkan kesehatan mental, keseimbangan hidup, dan waktu luang sebagai prioritas utama.
Konsep ini juga kerap disalahartikan sebagai bentuk kemalasan. Padahal,
soft life justru menekankan kesadaran untuk menolak stres berlebihan yang dapat mengganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja. Dengan pendekatan ini, individu diharapkan dapat menjalani hidup secara lebih bebas, terarah, dan bermakna.
Ciri-Ciri Gaya Hidup Soft Life
1. Work-Life Balance (WLB)
Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi prioritas utama bagi Gen Z. Mereka cenderung memilih pekerjaan dengan jam kerja fleksibel dibandingkan tuntutan kerja yang melampaui batas. Bagi Gen Z, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan pencapaian karier.
2. Self-Care sebagai Investasi Diri
Aktivitas perawatan diri kerap dianggap sebagai pemborosan. Namun bagi Gen Z, self-care seperti merawat diri, bepergian, atau sekadar menikmati waktu santai dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas emosional dan psikologis.
3. Memiliki Banyak Sumber Penghasilan
Meski mengusung gaya hidup santai, Gen Z dikenal sangat melek finansial. Mereka tidak bergantung pada satu sumber pendapatan, melainkan aktif mencari penghasilan tambahan melalui freelancing, side hustle, bisnis daring, hingga investasi digital.
4. Hidup Minimalis dan Efisien
Gen Z tidak terlalu terikat pada gengsi atau kemewahan berlebihan. Mereka lebih memilih gaya hidup minimalis, fokus pada hal-hal yang memiliki nilai guna dan makna bagi diri sendiri, ketimbang sekadar tampil mewah di mata orang lain.
Pada akhirnya, konsep soft life menegaskan bahwa hidup santai bukan berarti kehilangan arah. Dengan menyeimbangkan pekerjaan, penghasilan, dan kebahagiaan, Gen Z tengah merumuskan ulang makna kesuksesan. Bergerak perlahan, tetap produktif, dan berkelanjutan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Adrian Bachtiar)