Ade Hapsari Lestarini • 21 January 2026 14:32
Jakarta: Istilah keuangan seperti financial healing hingga doom spending kini semakin sering muncul di media sosial. Bagi Generasi Z yang tumbuh di era digital, istilah-istilah ini bukan sekadar tren, melainkan cerminan cara mereka memandang dan mengelola keuangan sehari-hari.
Kamus Keuangan Gen Z
Perkembangan literasi finansial di kalangan Gen Z turut melahirkan kosakata baru yang lebih relevan dengan realitas hidup anak muda. Berikut kamus keuangan ala
Gen Z yang belakangan ramai diperbincangkan.
1. Financial Healing
Berbeda dengan makna “
healing” yang identik dengan liburan,
financial healing merujuk pada proses berdamai dengan kondisi keuangan setelah mengalami tekanan finansial. Tekanan tersebut bisa berasal dari utang, kesalahan mengelola uang, atau kebiasaan belanja impulsif.
Praktiknya dapat berupa mulai mencatat pengeluaran, menghentikan belanja yang tidak perlu, serta membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat secara bertahap.
2. Loud Budgeting
Loud budgeting adalah keberanian untuk mengatakan “tidak” demi kondisi keuangan yang lebih stabil. Konsep ini mendorong keterbukaan soal batas kemampuan finansial, misalnya dengan menolak ajakan nongkrong karena sedang fokus menabung.
Pendekatan ini mengajarkan
Gen Z untuk jujur pada diri sendiri tanpa rasa malu atau tekanan fear of missing out (FOMO).
3. Doom Spending
Istilah ini menggambarkan kebiasaan belanja impulsif yang dipicu oleh stres atau emosi negatif. Saat lelah atau sedih, belanja dijadikan pelarian sesaat. Meski memberi rasa lega di awal, doom spending kerap berujung pada penyesalan karena kondisi keuangan memburuk.
Memahami istilah-istilah keuangan ini bukan sekadar untuk mengikuti tren, melainkan agar terhindar dari kebiasaan yang merugikan secara finansial. Literasi keuangan sejak dini dinilai penting agar
generasi muda dapat membangun kehidupan yang lebih stabil dan tenang di masa depan.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.