3 September 2026 15:50
Nagekeo: Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, fokus memulangkan puluhan ribu pengungsi ke rumah masing-masing pada tahap kedua tanggap darurat pascagempa.
Wakil Bupati Nagekeo sekaligus Ketua Satgas Bencana, Gonzalo Gratianus Muga Sada mengatakan, lebih dari 50 ribu warga terdata mengungsi pada tanggap darurat tahap pertama.
“Jumlah pengungsi kita terdaftar waktu di tanggap darurat tahap satu itu ada lima puluh ribu lebih. Itu semua tertampung di Posko Utama yang kira-kira ada empat Posko Utama dengan Posko Mandiri atau camp mandiri. Nah di tanggap darurat tahap dua itu target kita ada dua. Yang pertama pemulangan pengungsi baik secara resmi maupun secara mandiri,” kata Gonzalo dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 3 September 2026.
Penyediaan Hunian Sementara dan Bantuan Logistik
Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Bantuan yang disiapkan antara lain terpal, matras, tikar, dan selimut.
“Lalu tujuan kita yang kedua adalah terbangunnya hunian sementara. Sehingga skema bantuan untuk tanggap darurat tahap dua itu kita kurangi naturanya tapi kita perbanyak di kebutuhan hunian sementara yang kira-kira terpal, kemudian matras, tikar, selimut dan lain-lainnya,” jelas Gonzalo.
Meski warga mulai diarahkan kembali ke rumah masing-masing, bantuan logistik masih dipusatkan di posko utama. Beras, minyak, dan kebutuhan lainnya masih terus berdatangan untuk warga yang membutuhkan.
Aktivitas dapur utama Kementerian Sosial juga masih berlangsung. Warga yang kesulitan mendapatkan makanan dapat datang ke posko untuk memperoleh bantuan.
Proses Verifikasi Kerusakan Rumah Warga
Gonzalo mengatakan proses pembangunan huntara masih membutuhkan waktu karena pemerintah harus melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan rumah.
“Proses untuk penetapan mereka yang kategori rumahnya rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang itu prosesnya cukup panjang,” ujarnya.
Penetapan tersebut harus melalui uji publik, pengaduan atau keberatan, hingga sanggahan dari pemerintah. Setelah proses selesai, bupati menerbitkan surat keputusan sebelum data diajukan ke kementerian melalui BNPB.
Penanganan Sektor Kesehatan dan Pendidikan
Di sektor kesehatan, pemerintah memastikan tenaga medis dan relawan telah didistribusikan ke wilayah terdampak. Sementara sektor pendidikan masih menunggu hasil asesmen terhadap sekolah-sekolah yang terdampak gempa.
Sekitar 500 sekolah masih melakukan kegiatan belajar mengajar di luar kelas. Namun, jumlah tersebut diperkirakan berkurang setelah hasil asesmen menentukan ruangan yang masih aman digunakan.
Wilayah yang paling membutuhkan huntara berada di kawasan utara Nagekeo, terutama di pusat ibu kota kabupaten. Wilayah tersebut berada di kawasan pesisir dan dataran rendah.
Tahap kedua tanggap darurat di Nagekeo dijadwalkan berlangsung hingga 13 September 2026. Setelah itu, pemerintah akan mengevaluasi kondisi warga, kebutuhan bantuan, serta kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat.