Ratusan Siswa SMPN 1 Maumere Belajar di Tenda Pascagempa NTT

3 September 2026 10:57

Sikka: Sebanyak 618 siswa SMP Negeri 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali bersekolah menggunakan tenda setelah gedung sekolah mereka dinyatakan tidak layak ditempati akibat kerusakan gempa.

Sebanyak empat tenda disiapkan sebagai lokasi sementara pembelajaran. Namun, selama tiga hari pertama, siswa belum mengikuti pembelajaran tatap muka dan lebih dulu menjalani trauma healing.

Kepala SMP Negeri 1 Maumere, Maria Heliana, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu siswa menghilangkan kecemasan dan trauma akibat gempa.

“Untuk mulai hari ini kegiatan pembelajarannya selama tiga hari, Kamis, Jumat, Sabtu ini, pembelajaran secara tatap muka itu belum jalan. Kami masih harus menghilangkan segala macam trauma mereka akibat dari gempa ini,” ujar Maria dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 3 September 2026.

Trauma healing pada hari pertama dilakukan Polda NTT bekerja sama dengan Polres Sikka. Selanjutnya, tim teknis dari dinas terkait akan memberikan pendampingan kepada para siswa.

Maria menjelaskan gedung SMP Negeri 1 Maumere merupakan bangunan dua lantai dengan 20 ruang kelas dan total sekitar 40 ruangan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.

“Tiang penopang bagian tengah itu, 30 tiang itu mengalami retak atau bagaimana, pecah, bahkan sampai dengan besi-besinya juga sudah nampak keluar,” katanya.

Kerusakan juga terlihat di lantai dua. Hampir setiap ruang kelas mengalami retakan. Bagian lantai di depan perpustakaan dan ruang kelas juga mengalami patahan hingga terlihat turun.

Menurut Maria, terdapat pula dua ruang kelas dengan patahan pada bagian tiang dan tembok. Kondisi tersebut membuat tim teknis menyatakan gedung sekolah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Untuk sementara, kegiatan sekolah dipindahkan ke tenda. Kondisi tersebut membuat kapasitas ruang belajar menjadi terbatas karena jumlah siswa harus disesuaikan dengan tempat yang tersedia.

“Satu ruangan itu harusnya 32 menjadi satu ruangan belajar itu harus 64, harus 40, 50-an anak sehingga secara aturan pembelajaran pasti tidak mungkin,” ungkap Maria.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah segera membangun lokasi sekolah yang layak bagi 618 siswa SMP Negeri 1 Maumere.

“Saya sangat berharap pemerintah pusat, daerah harus tolong, tolong dan segera membangunkan satu lokasi yang layak untuk anak bangsa,” tegasnya.

Maria berharap proses pemulihan sekolah dapat segera dilakukan agar para siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang layak dan tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang setelah terdampak gempa.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X