Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub Alihkan Penerbangan dari Jeddah dan Madinah ke Kertajati

6 September 2026 18:12

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan langkah antisipasi terkait sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Dua penerbangan maskapai Garuda Indonesia dengan rute dari Jeddah dan Madinah, yang semula dijadwalkan mendarat di bandara terdampak, kini dialihkan ke Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.

"Ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah yang kami alihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati," kata Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 6 September 2026.

Berdasarkan hasil paper test yang dilakukan otoritas bandara, Bandara Kertajati saat ini masih dinyatakan aman dan tidak terdampak sebaran abu vulkanik. Meski demikian, Menhub mengimbau seluruh maskapai penerbangan untuk tetap waspada mengingat dinamika cuaca dan arah angin yang dapat membawa debu vulkanik sewaktu-waktu.

"Kami minta supaya airlines juga mengantisipasi atau mewaspadai apabila penyebaran dari debu vulkanik ini mengarah ke Kertajati," tambahnya.
 



Selain Kertajati, Kemenhub juga telah menyiapkan beberapa bandara lain di Pulau Jawa sebagai alternatif pendaratan bagi penerbangan internasional maupun domestik yang menuju Jakarta. Beberapa bandara yang disiagakan antara lain Bandara Ahmad Yani (Semarang) dan Bandara Juanda (Surabaya).

"Kami menyiapkan alternatif seperti di Kertajati, kemudian Bandara Semarang Ahmad Yani, dan juga Bandara Surabaya Juanda sebagai tempat pendaratan dari luar Jawa maupun internasional," ucap Dudy.

Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan dan mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang tetap harus melakukan perjalanan udara di tengah kondisi darurat erupsi Gunung Anak Krakatau.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X