6 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Krakatau, Teranyar Husein Sastranegara

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah). Foto: Dok. Tangkapan layar.

6 Bandara Ditutup Sementara Imbas Abu Krakatau, Teranyar Husein Sastranegara

Metro TV • 6 September 2026 14:57

Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara operasional Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Kondisi ini akibat meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.

“Pukul 12.00 untuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasikan bahwa sudah terdampak, sehingga pada pukul 12.00 Bandara Husein Sastranegara di Bandung kami nyatakan ditutup untuk penerbangan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam siaran pers daring, Minggu, 6 September 2026.
 


Penutupan Bandara Husein Sastranegara menambah daftar fasilitas penerbangan yang terhenti sementara, setelah lima bandara lainnya lebih dulu ditutup sejak pukul 09.30 WIB. Kelima bandara tersebut yakni Bandara Budiarto (Curug), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Radin Inten II (Lampung), dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang).

Guna mengantisipasi penumpukan serta mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa transportasi udara, Kemenhub telah menyiapkan skema pengalihan rute penerbangan ke sejumlah wilayah yang aman dari dampak abu vulkanik.

“Kami menyiapkan alternatif seperti di Kertajati, Bandara Semarang Ahmad Yani dan juga Bandara Surabaya Juanda. Ada beberapa bandara yang di Jawa yang kami siapkan sebagai alternatif untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa maupun internasional,” ujar Dudy.


Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. BNPB.

Meski skema pengalihan telah disiapkan, Menhub menegaskan agar seluruh operator penerbangan dan maskapai tetap memprioritaskan faktor keselamatan dengan rutin memantau dinamika pergerakan angin.

“Namun demikian mengingat cuaca yang selalu dinamis, kami minta supaya airlines mengantisipasi atau mewaspadai apabila penyebaran dari debu vulkanik ini mengarah ke Kertajati,” tutur Dudy.

(Fachri Audhia Hafiez)